Seleksi PPPK Guru Tahap I di Karimun: Banyak Peserta Tak Lulus

Seleksi PPPK Guru Tahap I di Karimun: Banyak Peserta Tak Lulus

Suasana tes CPNS di Kabupaten Karimun, dua peserta positif Covid-19. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun, Batamnews -  Sebanyak 235 peserta seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), dinyatakan lulus seleksi tahap I.

Seleksi PPPK guru yang dilakukan pada 13-17 September 2021 lalu itu, diikuti oleh guru honor yang mengajar di sekolah negeri di Kabupaten Karimun.

Ada sebanyak 812 peserta yang mengikuti seleksi guru PPPK tersebut. Namun, angka kelulusan tidak mencapai 50 persen dari jumlah peserta yang menguti ujian.

Baca juga: Tes SKD CPNS Dimulai, 2.447 Peserta di Karimun Perebutkan 318 Formasi

“Hasil seleksi PPPK Tahap I sebanyak 235 orang dari 812 peserta dinyatakan lulus dan mengisi formasi dengan jumlah persentase sekitar 39,50 persen," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Karimun, Fajar Horison Abidin, Rabu (13/10/2021).

Disebutkan Fajar, ada sejumlah peserta yang masuk dalam ambang batas, akan tetapi tidak ada atau tidak dapat formasi. Jumlahnya pun sebanyak 312 orang atau sekitar 52,44 persen.

"Sisanya ada yang tidak lulus, ada yang memenuhi ambang batas tapi tidak dapat formasi, totalnya 577 orang,” ujar dia.

 

Dijelaskannya, peserta tersebut secara passing grade lulus, namun formasi atau penempatan mereka tidak mendapatkannya alias sudah diisi peserta yang lulus lainnya.

“Misalnya formasi guru kelas 5 SD, yang ikut tes 8 orang, lulus sebanyak 6 orang sementara yang dibutuhkan hanya 5 orang, sehingga peringkat 6 dia memenuhi ambang batas atau passing grade tapi tidak dapat formasi atau tempat,” kata Fajar.

Sehingga, agar mendapatkan formasi, Fajar menyebut peringkat 6 tersebut harus mencari formasi di sekolah lain."Dia harus mencari formasi di sekolah lain,” katanya.

Baca juga: Hari Pertama Tes CPNS di Karimun 2 Peserta Positif Covid-19

Selain itu, Fajar juga menyebutkan, sebanyak 14 orang peserta tidak hadir pada seleksi tahap I tersebut. Meski begitu, yang tidak hadir tersebut masih diberikan kesempatan untuk ikut seleksi tahap kedua.

“Masih diberikan kesempatan untuk ikut, syaratnya harus mendaftar lagi,” kata Fajar.

“Artinya, akan diambil nilai yang terbaik, kalau nilai tahap 2 ternyata tidak lebih baik dari tahap I, maka akan diambil nilai tahap I,” katanya.

(aha)