Proyek Apartemen Oxley Gagal Dibangun Ganti Jadi One Avenue, Konsumen Lapor ke DPRD

Proyek Apartemen Oxley Gagal Dibangun Ganti Jadi One Avenue, Konsumen Lapor ke DPRD

Batam, Batamnews - Seorang konsumen Oxley Convention City Batam Purwandhani Prananingrum merasa dirugikan. Ia pun melapor ke DPRD Kota Batam.

Hal itu diduga terkait pembelian unit di proyek kawasan terintegrasi dan apartemen di kawasan Sei Panas, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau.

Saat ini lokasi proyek tersebut sudah berganti nama menjadi One Avenue. Sementara proyek Oxley diperkirakan gagal total.

Informasi yang diperoleh Batamnews, Oxley dan One Avenue berbeda struktur kepemilikan. Namun masih ada pemilik lama di jajaran One Avenue yang dinaungi PT Wiwoa Miti Karya Batam.

Sejak beberapa tahun silam tidak ada pembangunan berarti di lokasi proyek tersebut. Hal itu lantaran, kontraktor pengembangan proyek asal Singapura diduga terlibat skandal dan konspirasi dalam pembangunan tersebut.

Pengembangan kawasan seluas dua hektare ini awalnya direncanakan menghadirkan bangunan apartemen, ruko dan perkantoran.

Dikabarkan sudah banyak calon pembeli yang berminat dan menyetorkan uang mereka untuk memiliki apartemen di lokasi strategis itu. Namun hingga kini progres pembangunan belum nampak.

Sesuai agenda, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, akan mengggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait perjanjian pembelian apartemen Oxley Convertion City, Selasa (31/8/2021).

Surat pemberitahuan RDP nomor: /170/H.K.I/VII/2021 itu, ditandatangani oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Budi Mardiyanto dan diketahui oleh Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto.

Dalam surat itu menyebutkan, rapat itu nantinya akan digelar di ruang rapat Komisi I DPRD Kota Batam, Batam Centre dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam rapat itu akan membahas perjanjian pembelian apartemen Oxley Convertion City di tower B unit 12-27 atas nama Purwandhani Prananingrum.

Dalam rapat itu, DPRD Kota Batam akan mengundang beberapa stakeholder seperti Kepala DPM-PTSP Kota Batam, Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam, Kepala Badan Pertanian Nasional Kota Batam, Pimpinan PT Oxley Batam, Pimpinan PT Wiwoa, Penanggung jawab Manager Marketing One Avenue, Sales Marketing Oxley dan Purwandhani Prananingrum.

Tudingan Konspirasi Kontraktor Oxley

Kasus mangkraknya pembangunan proyek Oxley ini sempat heboh di Singapura. Terutama terkait tudingan adanya konspirasi salah seorang bos Oxley di Singapura dalam proses pembangunan. 

PT Oxley Karya Indo Batam (KIB) bahkan sempat meminta Rich Capital Holdings di Singapura untuk mengambil alih pengembangan proyek kawasan terintegrasi dan apartemen di kawasan Sei Panas, Batam Centre.

KIB juga menuntut kompensasi sebesar 20 juta Dolar Singapura, (Rp 204 M lebih) kepada Rich Capital terkait masalah dalam proyek properti raksasa ini. KIB dikabarkan sudah melayangkan surat hukum.

 

Seperti diketahui, KIB dan Oxley Batam Pte Ltd (anak perusahaan tak langsung dari Rich Capital) membentuk mitra kerja selama ini.

Mereka membentuk perusahaan patungan bernnama Oxley Karya Indo Batam (OKIB). OKIB melaksanakan proyek properti terintegrasi di Batam yakni Kota Konvensi Oxley Batam, lokasinya di Simpang empat utama Sei Panas

Pengembangan kawasan seluas dua hektare ini awalnya direncanakan menghadirkan bangunan apartemen, ruko dan perkantoran. Dikabarkan sudah banyak calon pembeli yang berminat dan menyetorkan uang mereka untuk memiliki apartemen di lokasi strategis itu. Namun hingga kini progres pembangunan belum nampak.

KIB menuduh ada konspirasi dan pelanggaran terkait mandat transaksi sehubungan dengan penunjukan perusahaan asosiasi Rich Capital, Rich-Link Construction (RLC), sebagai kontraktor utama proyek itu.

 

Tuduhan juga terkait dengan pembayaran uang muka $ 2 juta yang dibuat oleh Rich Capital atas nama OKIB kepada RLC.

KIB menuntut pertanggungjawaban atas OKIB dan kompensasi $ 20 juta. Surat-surat tersebut ditujukan kepada Rich Capital, pemegang saham pengendali dan direktur non-independen, Wang Zhenwen, dan RLC.

(ude)