PUPR Evaluasi 40 Bank Penyalur Bantuan Subsidi Rumah

PUPR Evaluasi 40 Bank Penyalur Bantuan Subsidi Rumah

Ilustrasi. (Foto: Antara)

Batam, Batamnews - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tengah mengevaluasi 40 bank penyalur/pelaksana dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) triwulan II 2021.

Direktur Layanan PPDPP Christ Robert Marbun mengatakan jika hasil evaluasi menunjukkan penyaluran KPR Sejahtera FLPP tidak mencapai 50 persen dari target perjanjian PKS, maka PPDPP akan melakukan pengurangan kuota minimal 25 persen terhadap sisa target Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Baca juga: Industri Properti Masih Bertahan di Tengah Pandemi

Sebaliknya, bagi bank yang penyalurannya mencapai 80 persen akan ditambah kuotanya pada triwulan III nanti.

"Itu sesuai dengan kesepakatan pada PKS dana FLPP antara bank pelaksana dengan PPDPP," katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (16/6/2021).

Ia menyatakan  rapor hasil evaluasi 40 bank itu akan diberikan pada Kamis (17/6).

Saat ini, dana FLPP disalurkan oleh 40 bank pelaksana. Mereka terdiri dari 8 bank nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD).

Bank tersebut adalah, BTN, BTN Syariah, BRI, BSI, BNI, Mandiri, Artha Graha, BRI Agroniaga, BJB, BJB Syariah, DKI, Jatim, Jatim Syariah, Kalsel, Kalsel Syariah, Kalbar, Kalbar Syariah, Sulselbar, Sulselbar Syariah.

Kemudian bank Sumut, Sumut Syariah, Aceh Syariah, Nagari, Nagari Syariah, Sumselbabel Syariah, Jambi, Jambi Syariah, Jateng, Jateng Syariah, NTT, Sulteng, Riau Kepri, Riau Kepri Syariah, NTB Syariah, Kaltimtara, Papua, Kalteng, Sulut Go dan DIY.

Baca juga: Uang THR Numpuk Gara-gara Mudik Dilarang, Waktunya Beli Properti

Berdasarkan dashboard management control PPDPP, dana FLPP yang telah disalurkan per 14 Juni kemarin sebanyak Rp8,57 triliun.

Itu untuk pembelian 78.751 unit rumah. Realisasi itu mencapai 50 persen dari target penyaluran dana FLPP 2021 yang sebanyak 157.500 unit.

Dengan realisasi itu, penyaluran dana FLPP dari 2010 - 2021 mencapai Rp64,16 triliun.

(fox)