Terungkap Alasan Singapura Suplai Oksigen Konsentrat untuk Bintan

Terungkap Alasan Singapura Suplai Oksigen Konsentrat untuk Bintan

Kepala Puskesmas Teluk Sasah, dr Kurniawan (Foto:Ary/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Bintan, Batamnews - Hope Medical Services Singapura telah memberikan bantuan berupa alat oksigen konsentrat ke setiap puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Alat itu diperuntukan bagi penanganan pasien Covid-19.

Ternyata alasan negara berlambang singa itu memberikan bantuan alat kesehatan, karena hubungan baik dengan seorang dokter yang bertugas di salah satu puskesmas di Kabupaten Bintan.

Dia adalah dr Kurniawan yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Dokter tersebut sudah dipercayai sejak lama oleh Hope Medical Services Singapura.

Baca: Singapura Suplai Bantuan Oksigen Konsentrat untuk Bintan

"Hope ini sering turun ke Kabupaten Bintan jika ada event-event internasional diselenggarakan di Kawasan Pariwisata Lagoi. Jadi mereka sebagai tim medis dari Singapura sementara saya yang menjadi penghubung dan mengkoordinir di Kabupaten Bintan," ujar dr Kurniawan, kemarin.

Dirinya dengan dokter-dokter di Hope Medical Services Singapura itu selalu bertemu. Meskipun selama pandemi Covid-19 berbagai event di Lagoi tidak diselenggarakan, mereka tetap intens berkomunikasi dan berkoordinasi.

Koordinasi terkahir terjadi beberapa waktu lalu. Hope menawarkan kepada dirinya untuk memberikan bantuan dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Bintan. Lalu dirinya meminta agar Hope dapat memberikan bantuan alat oksigen karena kendala dan masalah yang dialami di sini adalah ketersediaan oksigen.

"Dari situlah Hope mengirimkan alat oksigen konsentrat. Ada sebanyak 16 unit yaitu untuk 15 puskesmas diberikan masing-masing 1 unit dan 1 unit lagi Klinik Pariwisata Lagoi," tuturnya.

 

Awalnya, dia tidak menyangka akan dibantu alat tersebut. Karena alat itu harganya mahal sekitaran 1.400 US$ atau jika di rupiahkan sekitar Rp 23 juta. Jikapun dibantu mungkin jumlahnya beberapa unit saja.

Tapi yang terjadi, bantuan ini diluar ekspektasi dirinya. Karena Hope Medical Services Singapura telah memberikan 16 unit. Sehingga jika dijumlahkan, harganya mencapai Rp 368 juta.

"Itu jumlah yang sangat fantastis menurut saya. Karena dari hasil koordinasi seperti ini saja Hope mau memberikan bantuan sebanyak itu," ucap Kurniawan.

Baca: Roby Kurniawan Bakal Catat Sejarah Bupati Termuda di Kepri

Dalam satu alat itu berisikan 2 tabung oksigen. Masing-masing tabung berkapasitas 5 liter. Jadi, alat ini sebenarnya bisa digunakan untuk 2 orang sekaligus namun apabila pasien itu mengalami saturasi oksigennya rendah atau sangat sesak, maka alat tersebut dapat digabung dan digunakan untuk 1 orang.

Alat tersebut paling tepat digunakan untuk puskesmas yang berada di pulau-pulau. Sebab tidak perlu repot lagi mengisi oksigen ke depo pengisian atau rumah sakit.

"Karena cara kerja alat ini ialah menyaring udara disekitar lalu mengeluarkan oksigen yang dibutuhkan bagi pasien," katanya.

Secara keseluruhan alat itu sudah berada di Bintan. Sebab, Bintan Resort dan Bintan Ferry Terminal Lagoi telah membantu dan memfasilitasi pengangkutan alat-alat dari Singapura ke Kabupaten Bintan.

 

Tindakan selanjutnya, ia akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan. Lalu dilaporkan untuk dimasukkan sebagai aset milik Kabupaten Bintan. Setelah itu barulah didistribusikan ke 15 puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan.

"September alat ini sudah berada di setiap puskesmas dan bisa langsung digunakan," ucapnya.

Sementara, Perwakilan Hope Medical Services Singapura, dr Charles mengaku telah menjalin kerjasama pelayanan kesehatan dalam hal evakuasi pasien dengan Bintan Resorts dan dr Kurniawan saat event besar dihelat di Kawasan Pariwisata Lagoi.

Baca: DPRD Titip Nasib Nelayan Kepri ke Badan Pengelolaan Perbatasan

"Kami saling koordinasi dengan dr Kurniawan sampai saat ini," sebutnya.

Alat kesehatan tersebut menghasilkan oksigen dengan konsentrasi tinggi untuk membantu menyembuhkan dan menyelamatkan pasien di daerah- daerah pinggiran dan membutuhkan alat bantu pernafasan.

Tiap unit oksigen mampu digunakan untuk merawat 2 pasien sekaligus. Alat dapat dipakai ulang pada pasien selanjutnya setelah melalui proses sterilisasi tanpa harus melakukan pengisian ulang tabung.

"Tim kami akan dengan senang hati memberikan bantuan konsultasi langsung dengan ahli profesional dari Singapura jika diperlukan, melalui saluran telepon ataupun secara virtual kepada Kabupaten Bintan," pungkas dr Charles.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :