Pandemi Covid-19, Angka Pengangguran Kepri Tertinggi di RI

Pandemi Covid-19, Angka Pengangguran Kepri Tertinggi di RI

Ilustrasi (Tempo)

Batam, Batamnews - Angka pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tercatat 10,12 persen pada Februari 2021. Hal ini berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mengenai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Angka tersebut merupakan TPT tertinggi di Indonesia. Selain itu, juga tercatat TPT Kepri ini bahkan berada di atas rata-rata nasional, yaitu hanya tercatat 7,07 persen.

Pada posisi kedua yakni, Jawa Barat tercatat 8,92 persen. Sedangkan angka TPT terendah berada di Provinsi Sulawesi Barat yakni sebesar 3,28 persen.

Kepala BPS Kota Batam, Rahmad Iswanto menyebutkan, TPT di Kota Batam pada Agustus 2020 sebesar 11,79 persen. Mengalami kenaikan sebesar 3,48 persen dibandingkan pada periode sebelumnya yaitu 8,31 persen.

Baca juga: Target 15 Ribu Orang Tervaksinasi dalam 5 Hari di GOR Temenggung Batam

"Kalau di Batam juga ada kenaikan TPT,” ujar Rahmad, Jumat (30/7/2021).

Menurutnya, angka TPT yang tinggi karena pandemi Covid-19. Sehingga menyebabkan banyak pekerjaan dirumahkan atau pada akhirnya mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Memang ada banyak pengangguran karena dampak pandemi, dan itu tidak terelakkan, karena kondisinya seperti itu," tambahnya.

Sementara itu mengenai angkatan kerja Kota Batam pada Agustus 2020, BPS mencatatkan jumlah angkatan kerja sebanyak 754.545 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 52.427 orang.

Baca juga: Relawan Tionghoa Muda Tanjungpinang Layani Oksigen Gratis Warga Isoman

Dari jumlah itu penduduk yang bekerja di Batam pada Agustus 2020 sebanyak 657.642 orang. Bertambah 22.126 orang dibanding penduduk yang bekerja pada periode lalu.

Sementara itu jumlah pengangguran tahun 2019 sebanyak 57.602 orang mengalami kenaikan sebesar 30.301 orang dibanding dengan jumlah pengangguran tahun 2020.

TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.

"Secara absolut, jumlah pengangguran di Kota Batam naik sekitar 30.301 orang," jelasnya.

(ret)