Tanjungpinang Raih Predikat Kota Layak Anak Tiga Kali Berturut

Tanjungpinang Raih Predikat Kota Layak Anak Tiga Kali Berturut

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdullah mengikuti pengumuman secara virtual, yang juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia (RI), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, serta 275 kabupaten/kota penerima penghargaan, dari ruang rapat lantai III, kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kamis (29/7/2021). 

Tanjungpinang, Batamnews - Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), berhasil mempertahankan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tiga kali berturut-turut. Tanjungpinang berhasil meraih predikat Madya sejak tahun 2018.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Endang Abdulllah menyampikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pemko, termasuk non pemerintahan, media, dan dunia usaha yang telah mengambil peran dalam mewujudkan Tanjungpinang sebagai Kota Layak Anak.

“Ini wujud semua unsur berkolaborasi agar Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi memiliki komitmen dalam rangka perlindungan anak," kata dia dikutip Batamnews dari laman resmi Pemko Tanjungpinang.

Endang meyakini, dengan program kolaborasi bersama ini, kedepan penghargaan ini bisa naik peringkat dari Madya menjadi Nindya.

Baca juga: Lingga Sukses Raih Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Berturut-turut

"Semoga 2022, pencapaian Kota Tanjungpinang naik peringkat menjadi Nindya," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM), Rustam mengucapkan rasa syukur karena Tanjungpinang bisa mempertahankan predikat sebagai kota layak anak pada predikat madya. 

"Alhamdulillah, kita bisa mempertahankan prestasi ini. Mudah-mudahan, kedepan prestasi kota layak anak ini bisa sedikit naik peringkat menjadi kategori nindya, bahkan utama," harapnya. 

Untuk meningkatkan prestasi ini, Rustam mengatakan tentu membutuhkan komitmen yang tinggi dari seluruh stakeholder terkait, perjuangan yang berat karena ini tidak mudah, sebab masih dalam situasi pandemi. 

Kemudian, proses yang panjang dengan melibatkan dunia usaha, lembaga masyarakat, dan juga media. Semua itu, harus berkolaborasi. 

"Kuncinya adalah dengan mengedepankan kolaborasi dan transparasi dalam membangun kota layak anak bersama seluruh stakeholder," pungkasnya. 

(ruz)
Komentar Via Facebook :