3.650 Pelaku UKM di Batam Diusulkan Dapat Bantuan BPUM

3.650 Pelaku UKM di Batam Diusulkan Dapat Bantuan BPUM

ilustrasi.

Batam, Batamnews - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdampak signifikan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kota Batam. 

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Batam, Suleman Nababan mengatakan, penerapan PPKM membuat jam operasional pelaku UKM menjadi terbatas. Sehingga berdampak pada pendapatan mereka. 

“Jadi wajar saja kalau banyak yang tutup. Karena kalau kami melihat jam operasional sekarang sangat tidak menguntungkan pelaku usaha. Sehingga bisa saja mereka menutup usahanya dari pada merugi," ujar Suleman, Kamis (29/7/2021). 

Ia memperkirakan jumlah pelaku UKM yang terpaksa gulung tikar terus bertambah, apalagi semenjak PPKM diterapkan. Dari pengamatannya, usaha-usaha kecil di pusat perbelanjaan atau tempat makan banyak yang sudah tutup. 

"Bisa diperkirakan kerugian yang mereka dapat karena penutupan tempat usaha ini. Karena orang ke mal juga tak ada, sebab sesuai edaran ditutup," ujarnya.

Suleman mengatakan,data Juni tahun lalu tercatat sekitar 1.900 pelaku UKM yang terkena dampak Covid-19. Penyebabnya karena omzet mereka yang terus menurun. Serta tidak mendapatkan bahan baku karena adanya pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah beberapa waktu lalu. 

"Kalau sekarang, mungkin saja makin bertambah, meskipun ada bantuan untuk pelaku usaha, namun itu khusus yang mikro,” katanya. 

Akhir Juni tahun ini, pihaknya telah mengusulkan 3.650 pelaku UKM untuk mendapat bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Sedangkan Juni tahun lalu, penerima BPUM di Batam tercatat sebanyak 51.366 pelaku UKM. 

 "Total data 55.016 pelaku Usaha Mikro yang sudah diusulkan. Kami tentu berharap bisa membantu kelanjutan usaha mikro saja. Angka tersebut naik jika dibandingkan tahun 2020 lalu yakni 39.167 pelaku usaha," jelasnya.

Namun penerapan PPKM ini di sektor industri besar tidak terlalu terpengaruh. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti. 

“Kalau sektor industri besar masih amanlah, kecuali yang pelaku UKM,” ujar Rudi secara terpisah. 

Saat ditanyakan mengenai angka pengangguran di Kota Batam sepanjang tahun 2021, Rudi belum dapat menyebutkannya. Tetapi dari pengamatannya, sektor industri di Batam masih membuka lowongan pekerjaan, walaupun masa pandemi Covid-19. 

"Tapi kalau perhotelan, restoran atau yang berhubungan dengan sektor industri mungkin saja, karena wisman tak ada yang masuk, sehingga mereka cukup terdampak dengan keadaan saat ini," ujarnya.

(ret)