Mengenal Tempoyak, Fermentasi Durian dengan Aroma dan Rasa Asam Menyengat

Mengenal Tempoyak, Fermentasi Durian dengan Aroma dan Rasa Asam Menyengat

Tempoyak.

Lingga, Batamnews - Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), saat ini tengah memasuki musim durian. Buah musiman ini pun banyak dijumpai dijual di lapak-lapak pinggir jalan raya di Daik Lingga.

Harganya pun bervariasi. Buah dengan ukuran besar biasanya dihargai tiga butir Rp 100 ribu. Kemudian untuk yang ukuran kecil atau sedang, biasa dihargai lima atau enam butir Rp 100 ribu.

Namun, tahukah Anda bahwa daging buah durian bisa diolah menjadi tempoyak? Mungkin bagi masyarakat Negeri Bunda Tanah Melayu, nama tempoyak tidak lah asing.

Baca juga: Resep Gulai Kambing Hidangan Lebaran Idul Adha

Tempoyak dibuat dari durian yang difermentasi sehingga aromanya menyengat dengan cita rasa khas. Tempoyak umumnya dicampur sebagai bumbu dan penyedap sambal. Tetapi bisa juga disajikan sebagai lauk dan dimakan bersama nasi.

Bahan utama tempoyak adalah durian masak pohon atau durian yang agak berair. Daging buah durian perlu dihaluskan dan diberi garam agar proses fermentasinya lebih cepat. Adonan lalu dimasukkan dalam stoples rapat dan didiamkan selama 3-5 hari.

Hasilnya olahan durian ini beraroma menyengat. Teksturnya lembek dengan rasa asam yang khas. Rasa asam kabarnya berasal dari tingginya kadar Lactic Acid Bacteria (LAB) yang terbentuk saat proses fermentasi.

Baca juga: Mencicipi Lendot Khas Karimun dengan Tekstur Kuah Berlendir yang Menggoda

Tempoyak sangat populer di Pulau Sumatera, termasuk lah Kabupaten Lingga. Warga kerap mengolah tempoyak hingga menjadi sajian khas seperti sambal atau dijadikan bumbu campuran bersama ikan.

(ruz)