Transformasi Belanja di Era Digital dan Tetapnya Pesona Pasar Tradisional

Transformasi Belanja di Era Digital dan Tetapnya Pesona Pasar Tradisional

Ilustrasi.

Batam, Batamnews - Kegiatan belanja telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, terutama di kalangan wanita. Tradisi berbelanja yang dulunya dilakukan secara langsung di pasar untuk memilih dan membeli kebutuhan rumah tangga seperti pangan, sandang, dan papan, kini telah mengalami evolusi besar-besaran menuju platform online.

Perubahan ini semakin dipercepat sejak tahun 2019, ketika pandemi COVID-19 mendorong pembatasan kontak fisik. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan, sehingga belanja online menjadi alternatif yang semakin populer.

Dengan kemudahan akses dan berbagai pilihan yang tersedia, belanja online menawarkan keefektifan yang tidak dapat diabaikan. Ini berdampak langsung pada pasar konvensional, di mana banyak pedagang tradisional mulai kehilangan pendapatan dan bahkan terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing dengan harga yang lebih kompetitif di online.

Baca juga: Hadi Raup Omzet Capai Rp500 Ribu Per Hari dengan Berjualan Manisan Buah di Batam

Namun, meskipun tren belanja online terus berkembang, masih terdapat segmen masyarakat yang memilih untuk berbelanja secara langsung. Beberapa alasan yang mendasari pilihan ini antara lain keterbatasan akses terhadap teknologi, ketidakpercayaan terhadap transaksi online, dan kekhawatiran akan penipuan.

"Kalau saya, lebih senang belanja di toko langsung walau harga agak jauh lebih murah di toko online. Tapi kalau beli di offline saya bisa lebih tahu bahan dan kualitasnya, jadi saya lebih puas untuk melihat dan menilai barangnya langsung," kata seorang pengunjung di DC Mall Batam, Jumat, 26 April 2024 kemarin.

Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun belanja online menawarkan kemudahan dan kepraktisan, masih ada nilai lebih yang ditemukan dalam pengalaman belanja langsung. Interaksi langsung dengan produk dan pelayanan personal menjadi faktor yang tetap menarik bagi sebagian pembeli.

Oleh karena itu, diperlukan strategi yang seimbang dari pemerintah untuk mendukung kedua sektor ini. Hal ini penting agar pedagang konvensional dapat bertahan dan bersaing di era digital, sementara juga memastikan bahwa masyarakat dapat memilih metode belanja yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penulis: Juwita Lasmaria Sinaga


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews