Tak Terpengaruh PPKM, Kedai Kopi dan Tempat Hiburan di Karimun Tetap Buka

Tak Terpengaruh PPKM, Kedai Kopi dan Tempat Hiburan di Karimun Tetap Buka

Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Karimun, Batamnews - Aktivitas warga Karimun, Kepulauan Riau diperketat meski wilayah tersebut tidak masuk dalam daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mikro (PPKM) skala mikro.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq menegaskan kegiatan masyarakat dibatasi hingga ke tingkat RW dan RT.

"Apa yang telah dilakukan dan diterapkan terus dilakukan, hingga tingkat RT dan RW untuk menerapkan protokol kesehatan," ujar Rafiq, Rabu (7/7/2021).

Aktivitas ekonomi di Karimun tetap berjalan. Usaha kuliner seperti warung makan dan kedai kopi boleh beroperasi dengan syarat keterisian hanya 50 persen dari kapasitas serta menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Yang sudah kita lakukan akan kita pertahankan, artinya rumah makan, kedai kopi, restoran, tempat hiburan, silahkan untuk buka. Tapi dengan syarat 50 persen, dan protokol kesehatan ketat," kata Rafiq.

Kemudian untuk kegiatan pemerintah daerah diberlakukan sistem work from home juga sebanyak 50 persen.

"Kita masih zona orange, dan beberapa daerah ada yang kuning dan ada yang hijau di pulau-pulau," ucapnya.

Regulasi yang diterapkan di Karimun, menurut Rafiq benar-benar dengan perhitungan yang matang. Tujuannya agar tidak mempersulit masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Kita memahami kondisi yang ada ini, maka regulasi yang kita lakukan harus dengan perhitungan, agar tidak mempersulit kehidupan sosial masyarakat," ucap Rafiq.

Diketahui dari 7 kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau, ada empat daerah yang masuk dalam daftar pengetatan PPKM mikro, yaitu Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Natuna.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews