https://www.batamnews.co.id

Cerita Zuraida Dekap Anak saat Angin Kencang Terbangkan Atap Rumahnya

Zuraida, warga Meral, Karimun yang atap rumahnya diterbangkan angin kencang. (Foto: Edo/batamnews)

Karimun, Batamnews - Hujan disertai angin kencang pada Sabtu (10/4/2021), menjadi momen yang menakutkan bagi Zuraida (44), warga Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Di tengah deru hujan, angin kencang disertai dentuman petir, perempuan yang tinggal di Paya Manggis RT 003 RW 001, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral itu, terus memeluk anaknya sambil berdoa.

Tiba-tiba saja, terdengar bunyi yang cukup keras.

"Kraaaaak, atap rumah saya terbang," kata Zuraida menceritakan kisah dini hari tadi.

"Memang saya belum tidur, saya berdua sama anak saya dalam rumah. Pas lagi hujan itu, atap rumah saya ini bergeser dan terbang," imbuhnya.

Akibatnya, seisi rumah Ziraida basah diguyur oleh air hujan deras. Mulai dari kasur, lemari pakaian, peralatan elektronik seperti TV, semuanya basah.

Listrik yang padam membuatnya semakin kebingungan. Namun ia mengaku bersyukur lantaran padamnya listrik justru tidak memunculkan persoalan lain.

"Mati lampu untungnya, kalau tidak kabel dan colokan yang kena air bisa membahayakan saya dan anak saya," katanya.

Baca: Hujan dan Angin Kencang Landa Karimun, Sejumlah Wilayah Kebanjiran

Menembus derasnya hujan, Zuraida meminta tolong pada warga sekitar, dan menyelamatkan anaknya.

Dengan kejadian itu, Zuraida meminta perhatian pada pemerintah untuk dapat memberi bantuan. Kondisi perekonomiannya juga tidak baik, serta ia juga seorang janda.

"Saya minta, ada bantuan untuk perbaiki rumah ini. Saya bukan orang mampu," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Pagi tadi, perangkat RT setempat bersama kelurahan dan kepolisian mendatangi rumah Zuraida.

Dari keterangan RT setempat, Iskandar, pihaknya akan membantu Zuraida untuk memperbaiki rumahnya.

Selain itu, dirinya juga akan mengajukan pada pemerintah daerah untuk diusulkan mendapat bantuan akibat musibah tersebut.

"Kita sudah mendata, tadi dari kelurahan sudah datang," kata Iskandar.

Kemudian, Iskandar juga menyebut bahwa untuk memperbaiki rumah tersebut akan dilakukan bersama-sama dengan masyarakat setempat secara gotong royong.

"Kita tunggu tenang dulu, mungkin nanti kita bersama-sama melakukan perbaikan rumah ini," ucapnya.

(aha)