Menristek Lihat Produksi Ponsel 5G Xiaomi-Asus di Sat Nusapersada Tbk

Menristek Lihat Produksi Ponsel 5G Xiaomi-Asus di Sat Nusapersada Tbk

Menristek melihat langsung produksi posel 5G di Sat Nusapersada.

Batam, Batamnews - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI, Bambang Brodjonegoro melihat langsung proses produksi ponsel 5G di PT Sat Nusapersada, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (3/4/2021).

Bambang mengungkapkan, PT Sat Nusapersada merupakan salah satu perusahaan manufaktur elektronik di Indonesia, yang membuat berbagai teknologi terkini.

Ia juga menyampaikan bahwa kedatangannya tersebut untuk memastikan Research and Development (RnD) yang dilakukan oleh PT Tata Sarana Makmur dapat mendukung proses produksi di PT Sat Nusapersada, terutama yang berkaitan dengan teknologi 5G.

Pada kesempatan itu, Bambang turut menyinggung mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), agar mengedepankan penggunaan local conten (TKDN) dalam produksi perangkat elektronik seperti handphone atau laptop.

“Jadi, tidak sepenuhnya bergantung kepada produk impor,” kata Bambang pada kesempatan tersebut.

Lokal konten yang perlu didorong menurutnya adalah kegiatan riset dan pengembangan yang terkait teknologi 5G. Sehingga ketika memakai 5G di Indonesia bisa secara penuh.

“Indonesia bisa punya peran yang cukup signifikan, paling tidak pasar Indonesia itu sendiri,” katanya.

Oleh karena itu, setelah kepulangannya dari Batam ini dan kembali ke Jakarta, ia akan melanjutkan kunjungan tersebut dengan melakukan riset dan mulai berfokus pada pengembangan teknologi 5G.

“Kita harap komposisi TKDN melalui peraturan Menteri Perindustrian dapat secara bertahap penguasaan industrinya. Sehingga komponen kita menambah terus,” ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan menambahkan, Sat Nusapersada telah memproduksi ponsel 5G, dengan handphone merek Xiaomi dan Asus.

Terkait TKDN, pihaknya menginginkan tidak hanya berupa smartphone, namun juga dapat merambah perangkat elektronik lainnya seperti laptop.

“Kami ingin pemerintah menciptakan satu regulasi untuk mengikat produk lokal supaya bisa diproduksi dalam negeri,” kata dia.

(ret)