https://www.batamnews.co.id

Penghuni Rumah Bordil Terbesar di Bangladesh Divaksin Covid

Ilustrasi.

Dhaka - Program vaksinasi Covid-19 di Bangladesh kini mulai menyasar kalangan pekerja seks. Proses vaksinasi dimulai pada Jumat (26/2/2021).

Sasaran awal adalah para pekerja seks yang menghuni rumah bordil di Kota Daulatdia. Diketahui, rumah bordil ini merupakan yang terbesar di Bangladesh dan menampung sekira 1.900 pekerja seks.

"Sedikitnya 100 pekerja seks sudah mendapatkan suntikan anti-COVID-19 buatan AstraZeneca," kata Asif Mahmud, kepala kesehatan di Daulatdia, kepada AFP.

Dia mengatakan vaksinasi ini sangat penting bagi pekerja seks karena mereka rentan tertular lantaran ada ribuan orang mengunjungi rumah bordil setiap hari.

Pekerja seks pertama dari rumah bordil yang menerima suntikan itu pergi ke klinik sejauh 5 km, tetapi Mahmud mengatakan pihak berwenang juga merencanakan pusat vaksin khusus di dalam rumah bordil.

Mohammad Ibrahim, dokter kepala di Daulatdia, mengatakan "kampanye kesadaran ganda" sedang dilakukan untuk mendorong lebih banyak orang agar mendapatkan suntikan.

Beauty, 40, salah satu penghuni rumah bordil mengatakan dia awalnya ragu-ragu karena dia mendengar desas-desus bahwa orang meninggal setelah menerima suntikan itu.

"Tapi petugas kesehatan meyakinkan kami. Sekarang kami mengerti ini penting karena kami bertemu banyak orang setiap hari," katanya.

Bangladesh adalah salah satu dari sedikit negara Muslim yang melegalkan prostitusi bagi wanita berusia di atas 18 tahun, dan setidaknya 11 rumah bordil beroperasi di negara berpenduduk 168 juta itu.

(gea)