Pj Gubernur Suhajar Pastikan Vaksinasi Covid di Kepri Jangkau Daerah Terpencil

Pj Gubernur Suhajar Pastikan Vaksinasi Covid di Kepri Jangkau Daerah Terpencil

Pj Gubernur Kepri, Suhajar Diantoro. (Foto: ist)

Tanjungpinang - Pj Gubernur Kepri, Suhajar Diantoro meminta Dinas Kesehatan untuk menginventarisir kendala dalam vaksinasi Covid-19. Ia menugaskan Dinkes provinsi untuk berkoordinasi dengan Dinkes di setiap Kabupaten/Kota.

"Hingga saat ini proses vaksinasi di Kepri belum 100 persen, atau baru sekitar 82 persen dari total jumlah vaksin yang diterima," kata Suhajar di Tanjungpinang, Senin (22/2/2021).

Sejumlah kendala seperti lokasi daerah terpencil, lansia yang tidak bisa divaksin dan lainnya menurut Suhajar menjadi catatan penting.

"Saya  minta kepala dinas kesehatan data yang rinci. Saat ini umpamanya baru tervaksin 82 persen untuk tahap pertama, artinya masih ada 18 persen yang belum di vaksin. Nah itu saya minta secara rinci apa penyebabnya," ujar Suhajar.

Suhajar juga meminta kepada Dinas Kesehatan agar ada komunikasi dengan kepala Puskesmas Pulau Laut (Kabupaten Natuna) dan Pulau Berhala (Kabupaten Lingga), dalam rangka memaksimalkan program vaksinasi di Kepri.

"Kita yakinkan program vaksinasi di Kepri akan mencapai target. Dan akan menjangkau daerah terpencil. Untuk jangka panjang, saya juga akan berkoordinasi dengan gubernur terpilih. Tapi untuk jangka pendek ini, kita langsung berkoordinasi dan komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota," tuturnya.

Kadinkes Kepri, Mochammad Bisri menargetkan sekitar 17 ribu Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kepri selesai di vaksin Covid-19 pada Februari ini.

"Setelah vaksinasi Nakes, dilanjutkan vaksinasi kepada petugas pelayanan publik, aparat penegak hukum dan TNI/Polri yang kita targetkan dimulai pada Maret mendatang," kata Bisri.

Ditambahkan Bisri, hingga saat ini vaksinasi Covid-19 untuk nakes masih terus berjalan. Selanjutnya pada Maret Provinsi Kepri kembali menerima vaksin sekitar 130 ribu vial dosis.

"Direncanakan kita akan mendapatkan sekitar 130 ribu vial dosis. Nantinya diperuntukan untuk petugas pelayanan publik, TNI/Polri. Kalau untuk Lansia beda lagi," ujarnya.

(sut)