Ada Fenomena Pabrik Mobil Tesla Cs Setop Produksi, Kenapa?

Foto: Dok. Reuters

Jakarta - Tesla Inc dikabarkan menghentikan sejumlah produksi di pabriknya. Menurut seorang sumber, perusahaan milik Tesla itu juga telah memberi tahu para karyawan soal keputusan tersebut.

Penghentian sementara itu kabarnya telah dilakukan di pabrik Fremont, Amerika Serikat. Pekerja di model 3 telah diberitahu jalurnya akan menurun dari 22 Februari hingga 7 Maret 2021 mendatang.

Namun laporan tersebut tidak memberikan informasi dibalik keputusan tersebut. Termasuk jumlah volume dan pendapatan yang akan hilang akibat keputusan tersebut.

Hingga saat ini, Tesla juga belum memberikan komentar mengenai kabar tersebut, dikutip Reuters, Kamis (25/2/2021). Sebagai informasi, pabrik Fremont memiliki kapasitas produksi sebanyak 500 ribu model 3s dan Ys.

Ada kemungkinan penghentian ini akibat kekurangan semikonduktor yang juga dirasakan perusahaan produsen mobil lainnya. Bulan lalu Tesla juga mengungkapkan jika ada kemungkinan mengalami dampak fenomena itu.

Sejumlah perusahaan juga terpaksa melakukan penurunan produksi karena kekurangan semikonduktor. Sebut saja General Motors Co, Volkswagen AG dan Ford Motor Co.

Honda dan Nissan juga menjual lebih sedikit 250 ribu mobil pada tahun ini akibat alasan yang sama. Keputusan itu diungkapkan keduanya pada awal Februari lalu.

Padahal keduanya berharap kehidupan lebih cerah untuk tahun keuangan yang berakhir pada Maret 2021. Ini karena pasar mobil mulai pulih dari kemerosotan setelah dipukul pandemi tahun lalu.

 

Namun Honda memotong target penjualan 100 ribu unit menjadi 4,5 juta unit sedangkan Nissan menjadi 4,015 juta unit dengan jumlah 150 ribu unit yang dipangkas.

Honda menyatakan jika dalam tahap menyusun produksi chip untuk membantu mengoptimalkan produksi mobil. Perusahaan mengakui fenomena langkahnya chip sangat berdampak pada bisnisnya.

Nissan juga berusaha untuk memperkecil dampak dari kekurangan chip ini. "Kami mengurangi dampak jika kekurangan semikonduktor dan melakukan yang terbaik untuk meminimalkan dampak negatif," kata Chief Executive Nissan Makoto Uchida saat itu.

(fox)
SHARE US :

Berita Terkait