https://www.batamnews.co.id

Janji Polisi Bintan Ungkap Kasus Pembunuhan Yuliana Pratiwi

Yuliana Pratiwi (Foto: Facebook/Batamnews)

Bintan - Kasus pembunuhan Yuliana Pratiwi alias Tiwi (27) menggemparkan pernah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau pada tahun 2017. 

Saat itu, jasad Tiwi ditemukan tertanam di dalam septictank, yang terletak di belakang RM Pondok Ciung Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur pada 4 Januari 2017, setelah perempuan itu dikabarkan hilang sejak awal Desember 2016.

Empat tahun berlalu, kasus pembunuhan sadis terhadap janda beranak tiga itu tak kunjung terungkap.

Disinggung kasus ini, Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko Wiroseno berjanji akan mengungkap kasus tersebut.

"Kasus ini akan kita ungkap. Tapi kami minta rekan media bersabar," ujar Dwihatmoko, kemarin.

Pihaknya akan menggali segala informasi mengenai almarhumah Tiwi. Kemudian dia juga berjanji akan mencari bukti-bukti terkait kasus ini.

"Akan terus dilanjuti kasus ini. Kita akan cari bukti-buktinya," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kakak Tiwi, Fenty Herawaty meminta pihak kepolisian untuk mengungkap kematian adiknya. Karena sejak ditemukan jasadnya pada 6 Januari 2017 hingga 6 Januari 2021 ini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian terkait kematian adiknya tersebut.

"4 Desember 2016 adikku dikabarkan hilang. Lalu 6 Januari 2017 telah ditemukan menjadi jenazah di lubang septictank dan sampai 6 Januari 2021 belum juga terungkap," ujar Fenty, Rabu (6/1/2021).

Kematian Yuliana Pratiwi alias Tiwi meninggalkan tiga orang putra dan putrinya yang kini berstatus yatim piatu. Bahkan sudah masuk 4 tahun juga belum ada kabar berita siapa yang sudah menghilangkan nyawa adik bungsunya.

Baca: 4 Tahun Misteri Kematian Janda Cantik di Bintan Tak Terkuak

Dia juga tidak mengetahui mengapa kasus adiknya mengambang dan juga mengapa pihak-pihak berwajib berdiam atas kematian tragis adik kandungnya itu. 

"Kami sekeluarga sangat-sangat kehilangan. Semoga kami tenang di alam sana. Doa terbaik kami panjatkan pada Yang Kuasa semoga husnul khatimah, amin," katanya.

Dia sangat berharap dan tidak pernah berhenti berharap sampai detik ini. Dia minta kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian agar kasus kematian adiknya bisa secepatnya diselesaikan agar dia dan keluarganya bisa tenang.

"Sudah dua tahun ini gak ada pihak kepolisian yang menghubungi saya lagi. Semoga tahun ini ada titik terang terhadap kasus kematian adik saya," jelasnya.

Dua anak almarhumah yaitu anak pertama dan ketiga telah diasuh oleh neneknya dan satu lagi yaitu anak kedua telah dia asuh. 

Anak pertama Tiwi kini duduk di bangku sekolah SLB di Senggarang. Kemudian anak keduanya itu dimasukan ke sekolah pesantren sedangkan ketiga belum disekolahkan karena tidak ada biaya. 

Jadi selain kasus kematian adiknya terungkap, dia juga meminta perhatian dari pemerintah daerah (pemda) untuk membantu ketiga putra dan putri almarhumah. 

Karena tiga anak yatim piatu itu hanya mendapatkan bantuan dari Basnas sebesar Rp 200 ribu/bulan.

(ary)