Kepemimpinan Awe-Nizar Asrama Mahasiswa Lingga Berdiri Permanen di Tanjungpinang

Kepemimpinan Awe-Nizar Asrama Mahasiswa Lingga Berdiri Permanen di Tanjungpinang

Ketua DPRD Lingga Ahmad Nasirudin bersama Muhammad Nizar meninjau pembangunan asrama mahasiswa Lingga di Tanjungpinang belum lama ini (Foto:ist)

Lingga - Mahasiswa Kabupaten Lingga yang menempuh pendidikan di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, bakal segera memiliki asrama permanen. Saat ini pembangunannya dalam tahap pengerjaan.

Pembangunan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintahan Alias Wello-Muhamad Nizar (Awe-Nizar) terhadap mahasiswa Kabupaten Lingga.

"Hanya di masa pemerintahan Awe-Nizar lah, Kabupaten Lingga punya aset di Tanjungpinang. Tanah dan bangunan diperuntukkan untuk asrama mahasiswa," kata Ketua DPRD Lingga, Ahmad Nashirudin, Minggu (4/10/2020) kemarin.

Legislator muda Partai NasDem ini juga mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah daerah untuk para pelajar Kabupaten Lingga. Saat ini, pembangunan gedung asrama tersebut terus dikebut.

"Progres pembangunan gedung dua lantainya bagus, semoga sesuai target, dan tahun ini bisa diresmikan dan digunakan," harap pria yang akrab disapa Udin itu.

Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) di Setretariat Daerah (Setda) Lingga, Gandime Diyanto mengatakan, lahan untuk pembangunan asrama tersebut berukuran 20 meter x 50 meter, dengan luas 1000 meter persegi.

"Lahannya sudah selesai. Sampai hari ini sudah clear semua. Lokasi pembangunan asrama ini di Kelurahan Air Raja, RT 3/RW 8, Kecamatan Tanjungpinang Timur," kata Gandi kepada Batamnews, akhir tahun lalu.

Ia menjelaskan, anggaran yang dikucurkan untuk pembebasan lahan tersebut senilai Rp 440 juta. Penilaian harga tanah itu dilakukan oleh Konsultan Jasa Penilaian Publik (KJPP). Hal ini juga sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 148 tahun 2015, Pasal 121.

"Jadi harga lahannya itu Rp 440 juta. Ini juga berdasarkan nilai pasar, karena pengadaan tanah secara langsung sesuai aturan," ujar Gandi.

Lanjutnya, untuk lokasi sendiri, dipilihnya Kelurahan Air Raja karena sesuai dengan permintaan mahasiswa. Awalnya ada tiga lokasi pilihan, namun mahasiswa lebih memilih lokasi di Kelurahan Air Raja, dengan mempertimbangkan banyak faktor, salah satunya akses ke kampus.

Sebagaimana diketahui, untuk pembangunan asrama itu sendiri, Pemkab Lingga mengucurkan anggaran senilai Rp 1 miliar lebih. Pembangunannya ditargetkan selesai tahun ini.

(ruz)