https://www.batamnews.co.id

Pekerja Asal Tiongkok Tewas Mengenaskan di Kawasan KEK Galang Batang

Ilustrasi.

Bintan - TKA asal Tiongkok RCC, Dieg Youg yang merupakan karyawan PT Shandong tewas terjepit tiang penyangga roller crane yang terputus di Area PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kamis (24/9/2020).

Pria kelahiran 30 Juni 1982 itu mengalami luka parah di kaki dan tubuhnya sehingga tewas di tempat. Hingga kini jenazahnya masih berada di rumah sakit di Kijang.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang Parlaguran Silalahi, membenarkan adanya seorang TKA asal Cina yang tewas tertimpa roller crane di PT BAI, KEK Galang Batang. Kejadian nahas itu terjadi pada 24 September 2020 sekitar pukul 17.00 WIB.

"Korbannya seorang karyawan pria dari PT Shandong. Dia TKA asal Tiongkok, RCC," ujar Monang, Minggu (27/9/2020).

Bedasarkan hasil penyelidikan, Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 16.00 WIB itu perusahaan tempat korban bekerja melakukan pembongkaran roller crane untuk dipindahkan ke PT Vico yang masih berada di KEK Galang Batang. 

Pembongkaran dan pemindahan roller crane tersebut dilakukan atas suruhan Mandor yang bernama Mr. LI karena pekerjaan di Area Stasiun Gas PT BAI sudah selesai.

Sedang proses pembongkaran, tiang mas atau tiang penyangga roller crane tiba-tiba tumbang ke depan diduga kuat karena seling blok roller crane putus. Lalu tiang penyangga itu pun menimpa korban yang ketika itu sedang bertugas membuka pin seling tiang bom atau tiang utama roller crane.

"Korban yang saat itu sedang bungkuk melepaskan pin seling akhirnya terjepit diantara tiang penyangga dan tiang utama," jelasnya.

Selanjutnya besi menjepit korban diangkat menggunakan roller crane. Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Bintan di Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) untuk mendapatkan pertolongan.

Nyawanya tak dapat diselamatkan. Karena hasil pemeriksaan korban mengalami patah tulang paha sebelah kiri, patah tulang kering kaki kiri, patah tulang rusuk sisi kiri, jejas di dada dan perut. Lalu mengalami luka paru dan pendarahan di bawah paru-paru korban. 

Kini jenazah korban masih berada di rumah sakit tersebut dan direncanakan jenazah akan dikremasi. Namun masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga korban yang berada di Tiongkok RCC.

"Rencananya begitu, namun kita masih menunggu isterinya dari Tiongkok," ucapnya.

Rekan kerja korban yang merupakan Operator Crane berkapasitas 260 ton, Aswari mengaku menyaksikan kejadian itu secara langsung. Karena jarak dia dengan korban hanya 10 meter.

"Iya melihat korban terjepit dalam keadaan membungkuk dan mengeluarkan darah," katanya.

(ary)