Pembangunan IPAL untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Kota Batam

Pembangunan IPAL untuk Perbaikan Kualitas Lingkungan Kota Batam

Instalasi pengelolaan air limbah yang dibangun di Kota Batam.

Batam - Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang digesa Badan Pengusahaan (BP) Batam memberi dukungan terhadap perbaikan kualitas lingkungan di kota Batam. 

Proyek yang bekerjasama dengan PT Hansol ini, adalah struktur yang dirancang untuk memisahkan limbah baik biologis maupun kimiawi dari air. 

Proyek ini berfungsi untuk menampung limbah domestik masyarakat yang selama ini terus mencemari waduk dan perairan sekitar. 

Terlebih, pesatnya pertumbuhan penduduk di Batam membuat aktivitas mandi, cuci, kakus terus meningkat setiap hari. Air limbah nantinya dapat diolah dan digunakan lagi untuk aktivitas lainnya.  

“Tujuan utama IPAL dibangun untuk menjaga waduk atau dam yang ada dikota industri tersebut dari limbah domestik,” kata Manajer Pengelolaan Lingkungan BU Fasling Badan Pengusahaan (BP) Batam, Iyus Rusmana. 

Dengan adanya IPAL, air hasil olahan dapat dikembalikan ke waduk, karena air limbah yang sudah diolah akan memiliki baku mutu lingkungan yang baik dan bisa digunakan kembali,khususnya untuk mendukung industri.

Manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Batam dari pembangunan IPAL, diantaranya meningkatkan kesehatan masyarakat karena drainase bersih. IPAL juga dapat mencegah menjamurnya eceng gondok di waduk. 

Sambungan rumah yang sudah terpasang jalur IPAL ke depannya tidak menggunakan septik tank lagi. Dengan penyedotan limbah rumah tangga, mampu menghilangkan hewan-hewan di parit yang selama ini masuk melalui pipa, seperti tikus dan kecoa.

IPAL di Batam memiliki kapasitas 20 ribu meter kubik per hari atau setara dengan 230 liter perdetik yang akan menghasilkan kompos 18 meter kubik per hari. 

Hingga pekan kedua Juli 2020, progres total pipa yang sudah terpasang sepanjang 100,3 km. Sementara sambungan rumah, sudah 6.000 sambungan rumah yang terpasang dari 43 perumahan.

(ADV)