Guru di Batam Pertimbangkan Murid Kehabisan Kuota saat Belajar Online

Guru di Batam Pertimbangkan Murid Kehabisan Kuota saat Belajar Online

Salah seorang tenaga pengajar di SMP Negeri 3 Batam memberikan materi pelajaran secara daring. (Foto: Margaretha/batamnews)

Batam - Pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran baru 2020/2021 di Kota Batam diputuskan dilakukan secara online atau daring. Hal ini karena Kota Batam belum masuk zona hijau. 

Kepala SMP Negeri 3 Batam, Wiwik Darwiaty menjelaskan bahwa pembelajaran online dilakukan dengan beberapa pola. Dimana pembelajaran tidak melulu melakukan video confrence. 

“Pertemuan online ada, tapi durasinya sebentar, karena pertimbangannya supaya anak-anak tidak cepat kehabisan kuota,” ujar Wiwik di SMPN 3 Batam, Selasa (21/7/2020). 

Selain itu, cara lainnya guru-guru akan merekam saat mereka mengajar atau menerangkan di dalam kelas. Hal itu juga untuk mengantisipasi agar menghemat kuota siswa. 

“Seperti mengajar di kelas, divideokan, terus dikirim ke anak-anak, nanti tinggal diunduh,” katanya. 

Jika ada penjelasan yang kurang dimengerti, maka siswa bisa menanyakan langsung ke guru yang bersangkutan, melalui platform yang ada. Selain itu, ada juga yang mengirimkan materi berupa presentasi power point. 

“Jadi kreativitas guru memang berperan banyak, supaya anak-anak tidak bosan,” jelasnya. 

Walaupun begitu, tidak semua siswa yang dapat mendapatkan akses untuk pembelajaran online, karena tidak memiliki handphone yang mendukung. Wiwik mengaku pihaknya sudah mencarikan solusi.

“Bisa lapor ke wali kelas, nanti wali kelas yang minta materinya ke guru mata pelajaran agar difotokopi dan diberikan kepada siswa tersebut, jumlahnya juga tidak banyak,” ucapnya. 

Pihaknya juga sudah membagikan buku-buku BOS kepada masing-masing siswa sebagai pegangan. Buku ini diberikan dengan mencantumkan kode-kode tertentu. 

“Anak-anak sudah punya buku, mereka ambil sendiri ke sekolah bersama orang tua,” katanya. 

(ret)