Pemkab Lingga Mekarkan 11 Desa Baru

Pemkab Lingga Mekarkan 11 Desa Baru

Bupati Lingga, Alias Wello menyerahkan SK Pejabat Kepala Desa Persiapan di halaman Kantor Bupati Lingga (Foto:Novi/Humas Pemkab)

Lingga - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Kepulauan Riau, melakukan pemekaran terhadap 11 desa induk menjadi desa-desa baru. Saat ini desa tersebut disebut sebagai desa persiapan.

Pasalnya, 11 desa ini akan dievaluasi terlebih dahulu setiap 6 bulan dalam masa 3 tahun. Jika tidak maju atau mengalami perkembangan yang berarti, maka desa tersebut akan bergabung kembali dengan desa induk.

"Masa desa persiapan ini 3 tahun, dan evaluasi dilakukan per 6 bulan. Jadi nantinya berdasarkan evaluasi, kalau tidak mampu maka akan kembali ke desa induk," ucap Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) di Setretariat Daerah (Setda) Lingga, Gandime Diyanto kepada Batamnews, Senin (20/7/2020) malam.

Lanjutnya, ke-11 desa persiapan ini dipimpin oleh pejabat dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka pun sudah resmi dilantik, Senin (20/7/2020) sore, di Halaman Kantor Bupati Lingga, Daik.

"Untuk perangkat desa persiapan ini langsung direkrut oleh kades persiapan," sebut Gandi.

Sebagaimana diketahui, adapun 11 desa persiapan tersebut yakni, desa persiapan Kebun Nyiur yang dimekarkan dari Desa Batu Berdaun, desa persiapan Cempaka dari Desa Mepar, desa persiapan Buyu dari Desa Rejai, dan desa persiapan Sebung pemekaran dari Desa Baran.

Kemudian, desa persiapan Kentar dari Desa Laboh, desa persiapan Busung dari Desa Mensanak, desa persiapan Berjung dari Desa Batu Belubang, desa persiapan Bendahara dari Desa Posek, desa persiapan  Pasir Lulun dari Desa Resun Pesisir, serta desa persiapan Senempek dari Desa Limbung dan terakhir desa persiapan Air Batu dari pemekaran Desa Sungai Harapan.

Jika nantinya ke-11 desa tersebut memenuhi syarat setelah dilakukannya evaluasi, maka akan dibuatkan dalam bentuk peraturan daerah untuk seterusnya diusulkan ke pemerintah pusat guna menjadi desa definitif.

Untuk saat ini, operasional 11 desa persiapan masih akan dibiayai dari APBDes desa induk maksimal 30 persen.

(ruz)