https://www.batamnews.co.id

Siap-siap Damai Dagang Kelar, Trade War Season II?

Pertemuan G-20 Trump-Xi (REUTERS/Kevin Lamarque)

Presiden Amerika Serikat (AS) menegaskan tak berfikir untuk melanjutkan kesepakatan dagang antara AS-China. Ia menilai hubungan kedua negara sudah rusak karena Covid-19.

Sebagaimana diketahui AS adalah negara dengan kasus Covid-19 terparah di dunia. AS juga menuding China biang kerok Covid-19, apalagi karena kasus pertama ditemukan di Wuhan, China tengah.

"Mereka bisa menghentikan wabah. Mereka bisa menghentikannya. (Tapi) Mereka tidak menghentikannya, "kata Trump pada Air Force One dalam perjalanan ke Florida, menurut wartawan yang hadir di pesawat, dikutip CNBC International, Minggu (12/7/2020).

Saat ditanya apakah ini akan membuat fase kedua damai dagang tetap berlanjut, trump mengatakan tak ada hal itu di benaknya. Ia mengatakan dia memikirkan hal lain, alih2 fase II damai dagang.

Sebelumnya, AS dan China sudah terjebak perang dagang sejak 2018. Namun Januari 2020, kedua negara menandatangani perjanjian damai.

Di mana China setuju membeli sejumlah produk pertanian AS senilai US$ 200. Namun sayangnya, ketegangan karena Covid-19 yang jadi pandemi membuat hubungan keduanya kembali memanas.

Ini menambah pelik hubungan kedua negara. Saat ini, AS-China juga ribut di Laut China Selatan.

Sebelumnya, awal pekan ini Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) dan lebih dari 40 asosiasi perdagangan lainnya mendesak para pejabat tinggi AS mendesak China memenuhi janjinya untuk menambah jumlah pembelian barang dari AS. Ini sesuai dengan perjanjian Fase I damai dagang.

Kumpulan asosiasi itu meminta China untuk memenuhi janjinya meskipun ada berbagai masalah antar kedua negara terkait pandemi virus corona (COVID-19). Mereka mengatakan bahwa upaya untuk memerangi pandemi virus corona baru dan memulihkan pertumbuhan global sebagian bergantung pada keberhasilan implementasi kesepakatan perdagangan AS-China.

Pernyataan itu disampaikan mereka setelah sebelumnya penasihat perdagangan AS Peter Navarro mengatakan bahwa kesepakatan dagang Fase I tersebut mungkin telah gagal akibat munculnya ketegangan antara AS dan China akibat wabah COVID-19. Namun, Navarro langsung mengoreksi pernyataannya tak lama setelahnya.

(fox)

Berita Terkait