Kominfo Lingga Jajaki Telkomsel Tanjungpinang Bahas Jaringan Telekomunikasi Mentuda

Kominfo Lingga Jajaki Telkomsel Tanjungpinang Bahas Jaringan Telekomunikasi Mentuda

Ilustrasi

Lingga - Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, hingga saat ini masih kesulitan dalam mengakses jaringan internet. Bahkan, untuk sekedar mengirim pesan singkat (SMS) dan menelpon sanak saudara di luar desa saja, warga setempat masih kesulitan.

Hal ini diakibatkan tower telekomunikasi mini di desa tersebut yang dibangun tahun 2019 lalu, mengalami kerusakan sejak sebelum bulan suci Ramadhan lalu. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan cara lama guna mendapatkan jaringan telekomunikasi dengan menggantungkan handphone di dinding rumah.

Baca: Tower Telekomunikasi Rusak, Warga Mentuda di Lingga Gantung HP Cari Sinyal

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Telkomsel Tanjungpinang untuk mencari solusi jangka panjang, agar Desa Mentuda dapat tercover jaringan dari provider," ucap Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kominfo di Setretariat Daerah (Setda) Lingga, Ady Setiawan ketika dihubungi Batamnews, belum lama ini.

Lanjutnya, ada kendala yang dihadapi untuk mengcover wilayah Mentuda tersebut, diantaranya yakni letak geografis Desa Mentuda yang terhalang gunung.

"Kami berharap ada penambahan tower dari provider. Karena tower yang ada saat ini belum bisa mencover Desa Mentuda secara optimal, hanya bisa di beberapa tempat saja," sebut Ady.

Baca: Jaringan Telekomunikasi di Mentuda Hilang, Kominfo Lingga Lapor ke Kementerian

Selain letak geografis, kendala lainnya dalam penambahan tower dari provider untuk Desa Mentuda, karena belum tersedianya listrik 24 jam di wilayah tersebut. Pasalnya, untuk justifikasi pengajuan site baru, paling awal ada 3 poin yang harus dipenuhi, salah satunya listrik.

"Poin-poin itu yang pertama PLN tersedia 24 jam, untuk lokasi yang sangat potensial, PLN 14 jam bisa dipertimbangkan. Kemudian transmisinya LOS menggunakan radio ke site terdekat, tidak diizinkan menggunakan VSAT, dan terakhir potensi penduduk minimal 500 KK," pungkas Ady.

Dengan demikian, ia berharap kedepannya Desa Mentuda dapat tercover jaringan telekomunikasi dari provider. Sehingga, pemerataan jaringan telekomunikasi di Negeri Bunda Tanah Melayu, secara perlahan mulai terwujud.

(ruz)
Komentar Via Facebook :