Puslit KPK Umrah Galakkan Urban Farming, Perkuat Ketahanan Pangan Ibu Kota Kepri

Puslit KPK Umrah Galakkan Urban Farming, Perkuat Ketahanan Pangan Ibu Kota Kepri

Ilustrasi

Tanjungpinang - Untuk memperkuat ketahanan pangan pasca Covid-19, Pusat Penelitian Kebijakan Publik dan Kemasyarakatan (Puslit KPK) Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggagas pelatihan virtual urban farming.

Kegiatan tersebut akan digelar pada 13 Juni 2020 mendatang.

"Gol yang ingin kita dapatkan dari kegiatan ini adalah lahirnya komunitas urban farming atau perseorangan di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang ini," ujar Suraji kepada Batamnews, Senin (6/8/2020).

Menurut Suraji, dalam diskusi itu nanti akan melibatkan sejumlah pihak. Baik itu dari unsur Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, dan Bank Indonesia Perwakilan Kepri. Selain itu juga akan menghadirkan narasumber yang bisa menjadi pelecut semangat masyarakat untuk menggalakan urban farming di Kota Tanjungpinang ini.

"Terobosan ini perlu kita lakukan dalam menyiasati terbatasnya lahan yang ada di perkotaan. Kedepan kami juga berharap Pemko Tanjungpinang memberikan suport bagi komunitas atau petani yang konsisten dalam menerapkan farming urban ini," jelas Suraji.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren urban farming kian diminati oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Awalnya, konsep berkebun di lahan terbatas ini hanyalah sebatas inisiasi dari segelintir komunitas pecinta lingkungan yang bergerak secara mandiri.

Kemudian, urban farming pun berkembang secara masif menjelma menjadi tren gaya hidup urban. Urban farming yang berarti bercocok tanam di lingkungan rumah dan perkotaan dianggap beriringan dengan keinginan masyarakat kota untuk menjalani gaya hidup sehat.

"Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik, yang tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida sintesis," jelasnya.

Penurunan kualitas hidup yang dialami oleh masyarakat kota juga dapat kembali ditingkatkan lewat aktivitas berkebun di rumah yang menyegarkan pikiran.

Namun, apabila dilihat dalam jangkauan yang lebih luas, urban farming memiliki dampak yang lebih besar bagi kelangsungan hidup masyarakat perkotaan.

"Perlu kita pahami urban farming dapat menjadi konsep pertanian ideal di masa depan bagi daerah perkotaan. Semangat ini tentunya harus kita gerakan," pungkas Suraji.

(sut)