12,5 Ton Gula Tangkapan Bea Cukai Dihibahkan untuk Sembako Warga Batam

12,5 Ton Gula Tangkapan Bea Cukai Dihibahkan untuk Sembako Warga Batam

BC menghibahkan 12,5 ton gula pasir ke Pemko Batam. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Batam menghibahkan 12,5 ton gula pasir kepada Pemko Batam, Jumat (8/5/2020). Gula pasir tersebut merupakan hasil penegahan dari patroli laut yang dilakukan Bea Cukai Batam pada tanggal 11 April 2020.

Kepala KPU Bea Cukai Batam, Susila Brata mengatakan barang berupa gula pasir ditindak kaena tidak memiliki dokumen sah.

“Karena tidak boleh langsung diserahkan, kami berkoordinasi dengan pihak KPKNL, dan prosesnya dipercepat, baru keluar surat tanggal 25 April 2020,” ujar Susila di Engku Putri saat penyerahan gula pasir tersebut.

 

BC menghibahkan 12,5 ton gula pasir ke Pemko Batam.

Untuk memastikan gula pasir ini layak konsumsi, maka pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BPOM agar dapat uji laboratorium. Hasilnya diterima tanggal 5 Mei 2020, dan dapat dikonsumsi.

Karena masih masa pandemi global saat ini, pihaknya menghibahkan gula pasir tersebut untuk membantu menanggulangi Covid-19. Sesuai dengan peraturan menteri keuangan (Permenkeu) nomor 7 tahun 2012, barang hasil penindakan bisa diperuntukkan untuk berbagai macam. “Bisa sosial, bisa diserahkan ke pemerintah setempat,” katanya.

Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi KPU Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan pada saat patroli 11 April 2020, didapati ada kapal kurnia jaya membawa gula pasir seberat 12,5 ton. Dikemas dengan karung 25 kilogram.

Gula pasir ini dibawa dari Batam, dan dengan tujuan Sungai Guntung (Wilayah Indragiri, Riau). Pada saat patroli tersebut, nakhoda dan anak buah kapal (ABK) KM Kurnia Jaya sudah melarikan diri.  “Barang tersebut kemudian akhirnya (berstatus) barang dikuasi negara,” ujar Sumarna.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan pihaknya berterimakasih atas hibah gula pasir tersebut. Sehingga nantinya dapat disalurkan kepada masyarakat.

“Ini berkat sinergi kita bersama, semoga sesuai prediksi saya, klimaks Covid-19 di Batam pada bulan Juni dan perlahan bisa pulih kembali,” ujar Rudi pada kesempatan yang sama.

(ret)

Komentar Via Facebook :