Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepri Paparkan Kinerja ke Kepala BNPB

Video conference BNPB dengan gugus tugas penanganan Corona di Kepri.

Tanjungpinang - Pemprov Kepulauan Riau memaparkan kinerja penanganan Covid-19 dalam sebuah video conference bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengatakan dukungan dana sudah disesuaikan bersama seluruh kabupaten/kota dengan total Rp 705,5 miliar.

"Beberapa kegiatan yang kita ambil ialah kebijakan kesehatan, dampak ekonomi dan jaring pengamanan sosial. Ini menjadi acuan kita dalam satu kesatuan penanggulangan wabah Covid-19 ini," kata Arif akhir pekan kemarin.

Tim Gugus tambah Arif, telah mengambil langkah yang diharapkan bisa memutuskan mata rantai sebaran virus tersebut. Misalnya sudah memberikan bantuan dana kepada Kabupaten/Kota, menyampaikan Surat Edaran serta Kampanye Pencegahan dan Penanganannya, mendukung Operasionalisasi RS Khusus Covid-19 di Pulau Galang Batam.

Selain itu penyiapan RS rujukan di Provinsi Kepri, penyediaan APD dan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan, Pemberian hand sanitizer, masker serta rapid test.

Pemprov Kepri juga telah menerbitkan SK Gubernur terkait santunan meninggal dunia untuk positif Covid-19 dan sebesar 1 bulan UMK bagi PDP.

"Kita juga serius penanganan pekerja migran Indonesia yang dipulangkan dari Malaysia melalui Provinsi Kepri, juga pembebasan SPP selama 3 bulan bagi siswa/siswi SMA/SMK sederajat, bantuan berupa paket bahan pangan pokok kepada masyarakat terdampak Covid-19 sebanyak 425 riby paket," tutur Arif.

Tim Gugus juga lanjut Arif, menggalang dukungan dari pihak swasta dan perbankan melalui dana CSR dan pembiayaan swasta lainnya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.

Pemberdayaan UMKM berupa stimulus produksi sektor UMKM lokal seperti pengadaan masker produk usaha lokal oleh pemerintah yang kemudian didistribusikan juga ke masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Doni Monardo mengatakan dalam mengatasi Covid-19 ini harus ada ketahanan stamina, ketahanan kesehatan. 

Doni juga meminta penerintah agar terus kampanyekan untuk tidak mudik, agar dalam penanganan penularan virus ini tidak menyebar luas.

"Dengan disiplin dan patuh maka virus ini lebih kecil dan tidak mudah tertular, ini perlu kerja keras kita untuk memutuskan mata rantai Covid-19," pesan Doni.

Untuk deportasi pekerja migran Indonesia, BNPB membantu untuk menyiapkan tempat karantina dan isolasi mandiri harus dijalankan sesuai protokol kesehatan.

"Laksanakan dengan patuh protokol kesehatan makankita optimis bulan Juni bisa mengurangi dan sirna dari Indonesia," jelas Doni.

Doni menyampaikan berterima kasih atas daerah yang masih steril dan kepada tim gugus dalam bekerja. APD premium yang dibagikan dari pusat agar benar-benar dipakai oleh tim medis inti karena ini juga menjadi tidak pemubaziran dan penghematan yang baik.

"Terima kasih yang sebesarnya kepada teman teman di Daerah telah bekerja siang dan malam. APD 462 ribu, Rapid Test dan Reagen lebih kurang 12 ribu yang dibagikan Kepri dan Riau agar dapat meringankan beban di daerah dan ini akan kita terus salurkan nantinya," kata Doni. 

(sut)