Pengalaman Pasien Corona Sembuh di RSUD Batam: Bisa Video Call Dokter Setiap Waktu, Saya Nyaman

Pengalaman Pasien Corona Sembuh di RSUD Batam: Bisa Video Call Dokter Setiap Waktu, Saya Nyaman

Tiga pasien sembuh dari virus corona setelah dirawat di RSUD Batam (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Seorang pasien positif yang sembuh dari Covid-19 di Batam, Kepulauan Riau, berbagai pengalaman saat dirawat menjadi seorang pasien. Wanita bernama Liberti itu mengalami banyak hal selama dinyatakan sebagai pasien positif.

Rasa stres pun sempat menghinggapi dirinya. Apalagi masuk ke ruang isolasi di RSUD Kota Batam yang sebelumnya sempat menjadi perbincangan karena pelayanannya. Saat itu dua orang pasien meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Batam. 

"Sempat takut juga saat masuk ruang isolasi," ujar ujar Liberti, Jumat (1/5/2020). Liberti tak menyangka bakal sembuh. Ia pun tak menyangkal bayangan buruk selalu menghantui.

Tapi semua dapat ia lalui dan akhirnya dinyatakan sembuh. "Aktivitas itu semua dilakukan di dalam ruangan kami, satu ruangan diisi oleh dua orang," ujar Liberti.

Pelayanan Tim Medis RSUD Embung Fatimah berubah seratus persen. Liberti berulang kali berterimakasih kepada semua pihak terutama tim medis yang merawatnya. 

Liberti merupakan pasien 22, seorang wanita yang berusia 48 tahun. Ia dirawat di RS tersebut sejak tanggal 16 April 2020. Terhitung sudah 14 hari, Liberti harus berpisah dengan anak beserta suaminya agar dirawat secara intensif. 

Dengan suara gemetar, Liberti bercerita pengalamannya menjadi pasien positif Covid-19, setiap pagi setelah bangun tidur mereka dijadwalkan untuk senam. Kemudian setelah itu, berjemur menghadap matahari karena letak jendela ruangan juga menghadap matahari. 

Video Call dengan Dokter

 

Liberti selama dirawat merasa diperhatikan. Ia bisa melakukan panggilan video dengan doktern dan perawat yang berjaga. Setiap waktu ia diawasi CCTV. Dirinya pun merasa nyaman.

"Setiap hari dokter selalu video call menanyakan keadaan kami, adek-adek perawat menangani kami juga terlihat selalu bahagia," katanya. 

Selain itu, fasilitas di ruang isolasi juga sangat manusiawi. Liberti mengaku merasa nyaman. Selain CCTV ada juga dispenser, telepon seluler. Ia bisa menghubungi dokter kapan saja ia butuhkan. 

Liberti berpesan jangan takut untuk diisolasi. Perawatan dan isolasi kata dia, bertujuan untuk menghindari penyebaran virus. Dan untuk pasien yang masih dirawat, Liberti juga berpesan untuk tetap semangat. 

"Yang paling penting itu tetap semangat, yakin bisa sembuh, supaya boleh pulang dan berkumpul dengan keluarga," kata dia. 

Liberti tak sendiri di ruangan tersebut. Masih ada pasien lainnya Tiarman dan Widia. Ketiganya akhirnya dinyatakan sembuh setelah swab ulang dua kali dengan hasil negatif. 

Pelayanan Perawat Memuaskan

 

Pelayanan di RSUD tersebut juga dirasakan Widia. Pasien yang satu ini ikut bahagia. Perempuan berusia 29 tahun tak lupa berterima kasih atas kerja keras tim medis.

"Setiap ditelpon atau WA, perawat langsung datang, mereka sangat baik dengan kami, pelayanannya sangat kekeluargaan," ujar Liberti yang akhirnya dinyatakan sembuh dari corona. 

Ketiganya masing-masing diberikan buket bunga sebagai tanda kesembuhan. Di luar gedung, tampak tim medis berbaris rapi dan tetap jaga jarak untuk melepas ketiganya dengan tepuk tangan riuh. 

(ret)