Sembuh Corona, dr Rizki Bergetar Ucapkan Terima Kasih ke Tim Medis RSBP Batam

Sembuh Corona, dr Rizki Bergetar Ucapkan Terima Kasih ke Tim Medis RSBP Batam

dr Rizki Amanda dan drg Fitry, dua tenaga medis yang sebelumnya tertular Covid-19 dinyatakan sembuh. Mereka dirawat di RSBP Batam. (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Dua dokter dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Jumat (1/5/2020). 

Keduanya disambut hangat oleh tim medis dan teman-teman sejawat sesama dokter saat keluar dari ruang perawatan. 

Rizki Amanda Sari, merupakan seorang dokter umum. Ia merupakan Pasien 09 Batam yang dirawat di RSBP Batam sejak tanggal 9 April 2020. Sebelumnya Ibu kandungnya PNS di Dinas Pemberdayaan Perempuan (Pasien 08 Batam) lebih dulu dinyatakan sembuh. 

Perjalanan Rizki termasuk tidak mudah, berdasarkan riwayat pemeriksaan swab ulang tanggal 10 April 2020 hasilnya menunjukkan negatif. Namun swab ulang kedua, hasilnya menunjukkan positif. 

Sehingga Ia tetap menjalani perawatan secara intensif, kemudian pada tanggal 17 April 2020 diperoleh hasil swab ulang ketiga dan menunjukkan negatif. 

Dan pada tanggal 29 April 2020, diterima hasil swab ulang keempat dengan hasil negatif. Oleh karena itu, rizky sepenuhnya dinyatakan sembuh. 

Dengan suara bergetar di depan wartawan, Rizky menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim medis. Karena hampir tiga minggu dirawat, Ia selalu mendapat semangat dari tim medis yang merawatnya 

"Terimakasih kepada Tuhan, keluarga, teman sejawat, maupun tim medis selalu mensupport kami dengan baik supaya bisa sembuh," ujar Rizki. 

Kepada pasien Covid-19 yang masih dirawat, Ia berpesan bahwa penyakit ini bukan penyakit menyeramkan. Menurutnya ketika dirawat, tergantung dari optimis pasien untuk sembuh. 

"Terutama dukungan dari keluarga dan teman-teman memang sangat berpengaruh, agar dapat membentuk tekad untuk sembuh, dengan begitu imun kita bisa tambah naik," katanya. 

Untuk masyarakat Batam, Ia juga mengingatkan bahwa penyakit ini bukan merupakan aib yang harus disembunyikan. Jika ada pihak keluarga atau kerabat yang terindikasi memiliki gejala Covid-19 agar segera memeriksakan diri. "Jangan takut, lebih baik segera melaporkan ke pihak yang menangani," katanya. 

Pasien lainnya yang sembuh, drg. Fitry yang merupakan dokter gigi di Puskesmas Batuaji juga menyampaikan hal senada. Selama 16 hari dirawat secara intensif, tim medis selalu memberikan motivasi agar sembuh. "Setiap pagi selalu senam, lalu ibadahnya lebih ditingkatkan," ujar Fitri. 

Dari hasil tracing tim Gugus Tugas Covid-19 Batam, dr Rizki dan drg Fitry bukan tertular dari pasien yang mereka tangani. Namun dari transmisi lokal. 

Awalnya ibu dari dr. Rizki dinyatakan positif Covid-19 tertular dari klaster Dinas Pemberdayaan Perempuan. Dari sana transmisi terjadi ke dr Rizki (di lingkungan rumah) kemudian drg Fitry (di lingkungan kerja)

Ketua Tim Covid-19 RSBP Batam yang juga dokter spsialis paru, Tafsir menambahkan bahwa kedua pasien saat menjalani perawatan hanya mengeluhkan demam, batuk atau nyeri di tenggorokan.  "Kami sudah melakukan pemeriksaan rontgen pulang, dan hasilnya masih batas normal," ujar Tafsil. 

Untuk merawat pasien Covid-19, Tafsil mengungkapkan bahwa pihaknya selain melakukan pengobatan terhadap penyakit, tetapi juga dilakukan perlakuan secara non medis. 

"Supaya menimbulkan semangat, agar imunnya tidak turun, pemberian gizi juga dilakukan secara komprehensif," kata dia. 

(ret)