Dua Dokter Positif Corona di Batam Akhirnya Sembuh, Begini Kronologinya

Dua Dokter Positif Corona di Batam Akhirnya Sembuh, Begini Kronologinya

Dua orang dokter yang akhirnya sembuh dari virus corona setelah dirawat di RSBP Batam (Foto: Margaretha/Batamnews)

Batam - Dua dokter positif corona di Batam, Kepulauan Riau, sembuh dari virus corona (Covid-19). Keduanya dinyatakan sembuh dari virus corona (Covid-19) setelah dirawat secara intensif selama tiga pekan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. 

Keduanya disambut hangat saat keluar dari ruang perawatan. Keluar dari ruangan perawatan tim medis dan teman-teman sejawat sesama dokter langsung menyambut dengan tepuk tangan. 

Rizki Amanda Sari, merupakan seorang dokter umum dan pasien 09 yang dirawat di RSBP Batam sejak tanggal 9 April 2020. Sebelumnya ibu kandungnya merupakan pasien 08 lebih dulu dinyatakan sembuh. 

Perjalanan Rizki termasuk tidak mudah, berdasarkan riwayat pemeriksaan swab ulang tanggal 10 April 2020 hasilnya menunjukkan negatif, namun swab ulang kedua, hasilnya positif. 

Rizki terpaksa harus menjalani perawatan secara intensif. Kemudian pada tanggal 17 April 2020 diperoleh hasil swab ulang ketiga dan menunjukkan negatif. Dan pada tanggal 29 April 2020, diterima hasil swab ulang keempat dengan hasil negatif. Oleh karena itu, Rizki sepenuhnya dinyatakan sembuh. 

Dengan suara bergetar di depan wartawan, Rizki menyampaikan rasa terimkasihnya kepada tim medis. Karena hampir tiga minggu dirawat, ia selalu mendapat semangat dari tim medis yang merawatnya 

"Terimakasih kepada Tuhan, keluarga, teman sejawat, maupun tim medis selalu mensupport kami dengan baik supaya bisa sembuh," ujar Rizki, Jumat (1/5/2020). 

Pesan dari Dokter yang Sembuh

 

Kepada pasien Covid-19 yang masih dirawat, Rizki berpesan bahwa penyakit ini bukan penyakit menyeramkan. Menurutnya ketika dirawat, tergantung dari optimis pasien untuk sembuh. 

"Terutama dukungan dari keluarga dan teman-teman memang sangat berpengaruh, agar dapat membentuk tekad untuk sembuh, dengan begitu imun kita bisa tambah naik," katanya. 

Untuk masyarakat Batam, ia juga mengingatkan bahwa penyakit ini bukan merupakan aib yang harus disembunyikan. Jika ada pihak keluarga atau kerabat yang terindikasi memiliki gejala Covid-19 agar segera memeriksakan diri. 

"Jangan takut, lebih baik segera melaporkan ke pihak yang menangani," katanya. 

Pasien lainnya yang sembuh, Fitri yang merupakan dokter gigi di Puskesmas Batuaji juga menyampaikan hal senada. Selama 16 hari dirawat secara intensif, tim medis selalu memberikan motivasi agar sembuh. 

"Setiap pagi selalu senam, lalu ibadahnya lebih ditingkatkan," ujar Fitri. 

Perlakuan Secara Nonmedis

 

Ketua Tim Covid-19 RSBP Batam yang juga dokter spsialis paru, Tafsir menambahkan bahwa kedua pasien saat menjalani perawatan hanya mengeluhkan demam, batuk atau nyeri di tenggorokan. 

"Kami sudah melakukan pemeriksaan rontgen ulang, dan hasilnya masih batas normal," ujar Tafsil. 

Untuk merawat pasien Covdi-19, Tafsir mengungkapkan bahwa pihaknya selain melakukan pengobatan terhadap penyakit, tetapi juga dilakukan perlakuan secara non medis. 

"Supaya menimbulkan semangat, agar imunnya tidak turun, pemberian gizi juga dilakukan secara komprehensif," kata dia. 

 

(ret)