Pemkab Siapkan Kapal Gratis Pulangkan Mahasiswa Lingga

Kapal MV Lingga Permai, salah satu kapal feri yang melayani rute dari Tanjungpinang ke Lingga (Foto:ist)

Lingga - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Kepulauan Riau, akan membantu memulangkan mahasiswa Lingga di Tanjungpinang dan sekitarnya ke Negeri Bunda Tanah Melayu, di tengah pemberlakuan blocking area yang diterapkan pemerintah daerah.

Hal ini dilakukan karena sejak blocking area diterapkan 28 Maret lalu, banyak mahasiswa yang tidak dapat pulang ke Lingga akibat tidak beraktivitasnya kapal ferry reguler. Pemulangan ini akan dimulai Kamis (23/4/2020) hingga Jumat (24/4/2020).

Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Kominfo di Setretariat Daerah (Setda) Lingga, Jumadi mengatakan, bantuan pemulangan mahasiswa ini ke Lingga juga dilakukan agar mahasiswa tidak nekat menggunakan kapal kargo atau kapal kayu melalui pelabuhan tikus yang luput dari pengecekan dan pemantauan kesehatan petugas.

"Pemda Lingga menyediakan armada kapal ferry yang akan memberangkatkan penumpang terbatas yakni hanya mahasiswa dan pelajar yang dibuktikan dengan menunjukkan KTP atau Kartu Pelajar atau berupa Kartu Mahasiswa," kata Jumadi seperti rillis pers yang diterima Batamnews, Senin (20/4/2020) malam.

Kata dia, secara teknis pengecekan akan dilakukan langsung di lokasi titik kumpul yang ditetapkan oleh petugas. Bagi calon penumpang yang tidak mampu menunjukkan bukti yang dibutuhkan, maka dengan sangat terpaksa, Pemkab Lingga tidak akan melayani penumpang tersebut. 

"Penyediaan armada kapal untuk mahasiwa dan pelajar ini tidak serta-merta mencabut kebijakan blocking area yang sebelumnya telah ditetapkan hingga saat ini. Tapi lebih kepada bagaimana masyarakat Lingga khususnya mahasiwa dan pelajar agar bisa kembali ke kampung halaman dalam keadaan aman dan penyebaran Covid-19 ini bisa dikontrol dan ditekan," ujarnya.

Kebijakan yang bakal dilaksanakan ini akan menggunakan kapal yang kapasitas pelayarannya mampu mengangkut 160 penumpang.

"Jadi kapasitas penumpang tersebut sekitar maksimal 900 orang yang akan dilayani pulang ke Kabupaten Lingga. Mengenai kapal apa yang akan digunakan, nantinya Dishub Lingga yang secara teknis akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan armada-armada yang biasanya melayani pelayaran di Kabupaten Lingga," sebut Jumadi.

 

Jika nantinya saat kebijakan tersebut dijalankan, maka petugas akan memberlakukan pengecekan sesuai SOP,  mulai dari pemeriksaan suhu tubuh di Pelabuhan Tanjungpinang, hingga sosialisasi dan pemahaman agar mahasiswa yang pulang dapat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Untuk menjamin itu, kami telah menyiapkan surat pernyataan yang akan ditandatangani oleh pelajar atau mahasiswa yang ingin kembali ke Kabupaten Lingga," katanya.

Jumadi juga menyampaikan bahwa armada ini dikhususkan hanya untuk pengembalian ke Kabupaten Lingga. Sedangkan untuk kepulangannya nanti setelah lebaran, Pemkab Lingga tidak akan menyiapkan armada untuk kembali lagi ke daerah perantauan tersebut.

“Kemudian kita akan lebih tegas lagi terhadap pelayanan di kapal roll on roll off (Roro). Kita tidak akan memberikan peluang untuk membawa penumpang. Yang selama ini dijalankan ternyata setiap kendaraan yang datang boleh membawa satu orang. Ini bisa dijadikan bumerang dan celah yang sangat rentan bagi Kabupaten Lingga," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, untuk seluruh pembiyaan pemulangan mahasiswa dan pelajar ke Kabupaten Lingga ini dibiayai melalui dana penanggulangan Covid-19 dari Kabupaten Lingga. Artinya, mahasiswa dan pelajar tersebut tidak akan dipungut biaya sepeserpun.

(ruz)