5 Kasus Baru Positif Corona di Tanjungpinang Lewat Tranmisi Lokal

5 Kasus Baru Positif Corona di Tanjungpinang Lewat Tranmisi Lokal

Ilustrasi.

Tanjungpinang - Orang yang terjangkit Covid-19 tak selalu ditunjukkan dengan gejala seperti demam,sesak nafas dan flu saja.

Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mencatat dari jumlah 14 orang terkonfirmasi positif di Tanjungpinang, 5 diantaranya orang tanpa gejala (OTG), yakni mereka yang close contact dengan pasien positif, namun keadannya tak menunjukkan gejala. Namun setelah dilakukan swab, ternyata positif tertular.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam mengatakan, terhadap lima orang tanpa gejala itu diketahui positif setelah dilakukan pemeriksaan rapid test dan swab tenggorokan.

"Itu dari hasil tracing cepat kami kepada orang-orang yang melakukan kontak dekat positif, ini salah satu upaya untuk pencegahan penularan," kata Rustam kepada Batamnews.co.id, Kamis (16/4/2020).

Rustam menjelaskan, untuk OTG yang positif itu sudah dilakukan karantina, 4 diantaranya di Rumah Singgah belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang dan 1 di rumah sendiri.

"Kita lihat dari sisi keadaannya, apabila dirumahnya tidak memungkinkan kita karantina di rumah singgah. Untuk dirumahnya itu apabila memungkinkan dan menjaga Social Distancing, karena rumah singgah kita terbatas," Jelas Rustam.

Ia melanjutkan, pihaknya pun melakukan pengawasan kesehatan ketat terhadap OTG yang menjalani karantina di rumah, mulai dari sisi kesehatan hingga penerapan Social Distancing.

"Kesehatannya setiap hari kita periksa, dan kami pantau penerapan Social Distancing-nya, selama karantina tak keluar dan berbaur dengan orang lain," tegasnya.

Ia menekankan, seluruh masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah pusat maupun daerah mengenai penerapan Social Distancing dan tidak melakukan aktivitas di luar rumah.

"Pentingnya penerapan Social Distancing itu untuk pencegahan penularan, OTG ini sulit untuk dideteksi, harus dilakukan pemeriksaan rapid test hingga swab tenggorokan, sementara alat kita terbatas," sebutnya.

Rustam menuturkan, bahwa hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan rapid test antibody sebanyak 494 orang, 9 orang diantaranya reaktif.

(adi)