Sejak Sabtu 28 Maret, 1.322 WNI Hengkang dari Malaysia via Batam

Para TKI pulang dari Malaysia di Pelabuhan Karimun. (Foto: Dok/Batamnews)

Batam - Kedatangan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Malaysia dan Singapura terus berlanjut. Hal ini menyusul pandemi global COVID-19 yang membuat negara Malaysia mengambil kebijakan untuk karantina wilayah (lockdown).

Per tanggal 28 Maret 2020 lalu, WNI dari kedua negara tersebut berjumlah 1.372 orang. Dimana total WNI dari Singapura berjumlah 50 orang yaitu 40 orang melalui pelabuhan Batam Centre dan 10 orang dari pelabuhan Harbourbay.

Sedangkan total WNI dari Malaysia berjumlah 1.322 orang, yaigu 1.103 orang dari pelabuhan Batam Centre, dan 219 orang melalui pelabuhan Harbourbay.

Baca juga: TKI Eksodus dari Malaysia karena Panik

Juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam, Azril Apriansyah mengatakan setiap WNI dari Malaysia dan Singapura khususnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) langsung dibawa ke Asrama haji untuk dilakukan pendataan.

“Mulai dari first hingga last ferry dan dicek kesehatannya di asrama haji,” ujar Azril.

Untuk, warga Batam dapat dipersilakan kembali ke rumahnya masing-masing dan diminga untuk melakukan self isolasi (isolasi mandiri). Sedangkan bagi warga yang transit dan akan melanjutkan perjalanan, pihaknya akan menghubungi daerah asal untuk koordinasi pemantauan terhadap yang bersangkutan.

“Bagi yang transit, tapi masih menunggu jadwal keberangkatannya ditampung di Asrama Haji sambil nantinya saat berangkat ke daerah asal akan dikoordinasikan juga pemantauannya dengan daerah asalnya,” jelasnya.

Namun per Minggu (29/3/2020) pola pemulangan WNI ini tidak lagi dikumpulkan di asrama haji. Tetapi langsung didata di pelabuhan.

“Tetap dicek oleh pihak kantor kesehatan pelabuhan, dan jika ada yang harus dikarantina oleh KKP akan dilakukan,” kata Azril.

Baca juga: Kepri Antisipasi Risiko Covid-19 Pemulangan TKI dari Malaysia yang Transit

Azril juga menambahkan, WNI dari Malaysia dan Singapura merupakan WNI yang sebelumnya berkunjung ke negara-negara tersebut. Adapun juga termasuk TKI, namun bukan bagian dari TKI yang dipulangkan oleh pemerintah dari dua negara tersebut.

“Khusus TKI yang dipulangkan dari Malaysia, sebagian besar tidak melalui pintu masuk Batam tapi melalui Karimun dan Tanjungpinang dan koordinasi pemulangannya oleh BP3TKI Provinsi Kepri,” kata dia.

(ret)