BP Batam: Rationing Ditunda untuk Kondusifitas Dunia Usaha

BP Batam: Rationing Ditunda untuk Kondusifitas Dunia Usaha

Ilustrasi.

Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam meminta ATB menunda rationing (penjatahan layanan air bersih) sampai waktu yang belum ditentukan.

Keputusan ini sudah melalui kajian khusus mengenai distribusi air bersih untuk seluruh pelanggan yang sedang dilakukan BP Batam.

Keputusan penundaan rationing diambil oleh BP Batam agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha terus berlangsung kondusif serta lebih siap untuk menghadapi rationing bila terpaksa dilakukan.

"Selama proses penundaan ini BP Batam akan melakukan beberapa upaya untuk menambah ketersediaan air baku, di antaranya dengan pemasangan pipa penghubung dari Dam Tembesi ke Dam Duriangkang serta persiapan rekayasa hujan buatan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)," kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar.

Hal ini juga dilakukan mengingat saat ini elevasi Tinggi Muka Air (TMA) Dam Duriangkang hampir mencapai level - 3,19 meter. Sementara titik kritis berada pada elevasi TMA -3,4 di bawah spillway, dimana jika hujan tak kunjung turun akan terjadi penurunan 2 cm per hari.

"Minimnya curah hujan di Batam, mengakibatkan menyusutnya waduk-waduk yang merupakan tulang punggung ketersediaan air bersih di Pulau Batam. Hal ini menyebabkan harus dilakukannya pengaturan khusus untuk penyaluran air bersih kepada pelanggan," ujar Dendi.

BP Batam mengimbau kepada masyarakat dan dunia usaha agar lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air bersih sehari-hari.

Sebelumnya ATB mengumumkan akan melakukan rationing 15 Maret 2020.

(das)

(das)