Bengkong-Sei Panas Punya Kemungkinan Pulih Paling Lama Saat Rationing

Warga saat mencoba layanan air bersih di kawasan Bengkong Laut. (Foto: ATB)

Batam - Proses ratioining yang dilakukan oleh ATB akan serentak dimulai Minggu, 15 Maret 2020.

Kendati rationing serentak dilakukan, namun waktu pulih setiap daerah berbeda-beda. Ada daerah yang kemungkinan pulih pasca penghentian aliran air setelah 4 hari. Artinya air bisa mengalir hanya satu hari saja.

Contohnya daerah Bengkong-Sei Panas. Kemungkinan untuk pulih dalam satu hari 60 persen, untuk dua hari 6 persen, tiga hari 6 persen, dan kemungkinan pulih empat hari sebesar 34 persen. Artinya jika air tak pulih dalam satu hari, kemungkinan besar akan pulih dalam 4 hari.

Begitu juga daerah Tanjung Uncang - Sagulung, walaupun kemungkinan aliran air pulih dalam satu hari 70 persen, Namun daerah tersebut juga memiliki kemungkinan pulih dalam 4 hari sebesar 24 persen, dan kemungkinan pulih dalam dua atau tiga hari 6 persen.

Begitu juga daerah Pelita-Kampung Utama kemungkinan recovery satu hari 81 persen, sedangkan kemungkinan pulih empat hari 19 persen.

Sementara Batu Ampar-Sengkuang kemungkinan pulih dalam satu hari 63 persen, dua hari 22 persen, dan 4 hari 15 persen.  Artinya jika air yang kemungkinan besar pulih sehari tak teralisasi, aliran kemungkinan pulih besoknya.

"Waktu pulih ini juga tergantung dari toleransi masyarakat di area hulu. Bisa saja waktu pulih pelanggan yang berada di ujung lebih lama karena begitu air mengalir, yang di hulu berlomba-lomba menghidupkan semua kran air. Sehingga butuh sosialisasi dan kesadaran masyarakat untuk menggunakan air seperlunya," Kata Head Corporate Secretary Maria Jocubus, Kamis (12/3/2020)

Adapun daerah yang kemungkinan besar langsung pulih dalam satu hari diantaranya Casablanca- Baloi Mas, Aviari - MK Paradise, Tembesi - Barelang, KDA - Bandara, Batam Centre - Legenda, Sukajadi - Palm Spring, Kabil - Punggur, dan Piayu kemungkinan, aliran air pulih dalam satu hari sebesar 100 persen.

Sedangkan Marina City kemungkinan pemulihan satu hari 99 persen, Kavling baru - Kavling Lama kemungkinan pulih satu hari 92 persen, Jodoh - Nagoya kemungkinan pulih satu hari 94 persen, Baloi kemungkinan pulih satu hari 96 persen, Tembesi - Perum MKGR kemungkinan pulih satu hari 94 persen.

Seperti diketahui, ATB menyiapkan dua skema dalam melakukan rationing (penjatahan layanan). Seperti diketahui, sistem yang dipaparkan ATB sebelumnya (-2 +5). Yakni off dua hari, dan mengalir lima hari

Skema pertama diterapkan di mana penghentian suplai air akan dilakukan dalam selang waktu yang berbeda. Air mati/off (Kamis dan Minggu), sedangkan mengalir (Senin, Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu).

Skema selanjutnya, penghentian suplai air akan dilakukan berurutan yaitu Sabtu dan Minggu (off dua hari berturut). Sehingga selama 5 hari berturut-turut air mengalir.

Rationing akan mulai diterapkan PT ATB 15 Maret 2020. Pada hari pertama PT ATB akan mematikan suplai air secara serentak, kemudian mereka akan melihat dampaknya terhadap pelanggan, dan akan menetapkan skema rationing mana yang paling tepat dilakukan.

Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto menuturkan sejauh ini pihaknya, menganggap off berurutan sebagai skema terbaik. Hal itu sudah diperhitungkan dalam simulasi yang mereka lakukan.

"Dari simulasi yang baik adalah mati berurutan. Kalau kita hari Minggu off, ada di daerah ujung, yang pada H+3 akan belum mengalir. Artinya kalau kita terapkan opsi pertama, bisa saja sampai waktu rationing berikut, daerah ujung masih belum mengalir," ujarnya dalam sosialisasi bersama pengusaha di Hotel Radisson Batam, Kamis (12/3/2020).

Sedangkan untuk daerah hulu, selambatnya 1-2 jam sudah mengalir begitu suplai air kembali normal.

(das)