Kepala BNPB Doni Monardo: RS di Galang untuk Menyelamatkan Kita
Kepala BNBP Doni Monardo. (Foto: Margaretha/Batamnews)
Batam - Kepala BNPB, Doni Monardo berharap warga di Batam, khususnya Pulau Galang tidak panik dan risau dengan keberadaan lokasi khusus observasi penyakit menular, yang akan dibangun pemerintah dalam menghadapi ancaman virus corona.
"Tetap tenang, jangan panik. RS di Galang, Batam disiapkan untuk menyelamatkan kita. Saudara kita dan seluruh warga negara Indonesia," tukasnya, dalam kunjungan ke Galang, Minggu (8/3/2020) lalu.
Disebutkan Doni, ini merupakan langkah cepat pemerintah dalam mitigasi bencana, khusunya ancaman virus corona. "Karena kita harus mengenali ancamannya dan menyiapkan strategi. Ketahui masalah dan mencari solusi," terangnya lagi.
Seperti diketahui, pemerintah berencana membangun rumah sakit (RS) khusus virus Corona atau COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
TNI telah mengajukan supaya bisa dibangun 50 ruang isolasi di rumah sakit tersebut. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama dengan Kapolri Jenderal Idham Azis melakukan tinjauan ke Pulau Galang, Minggu (8/3/2020) lalu.
Hadi menyebut RS khusus virus Corona di Pulau Galang ini akan dilengkapi dua fasilitas.
"Saya dengan Pak Kapolri dan Pak Kepala BNPB hadir di Pulau Galang ini, khususnya di camp bekas pengungsi Vietnam, yang rencanannya akan dibangun satu rumah sakit khusus yang punya 2 fasilitas, yaitu fasilitas untuk observasi dan fasilitas untuk isolasi," kata Hadi.
Ia menilai Pulau Galang merupakan tempat yang ideal untuk di bangun RS khusus tempat observasi dan isolasi. Hal itu karena lokasinya berada di tengah hutan serta jarak dengan pemukiman lumayan jauh.
"Pulau Galang adalah salah satu tempat ideal yang nantinya akan dibangun satu RS khusus. RS yang memiliki fasilitas sebagai observasi dan fasilitas sebagai isolasi. Tempatnya sangat ideal di tengah hutan. Jarak dengan penduduk kurang lebih 2 hingga 3 kilometer (km)," ujar Hadi saat memberikan pengarahan kepada jajarannya di Pulau Galang.
Selain jarak dan lokasi yang dirasa ideal, Hadi menuturkan, akses menuju lokasi juga cukup mudah. Sebab, dekat dengan bandara yang bisa didarati oleh pesawat berbadan besar maupun kecil.
"Dan kalau ada pasien yang harus dikirim dari luar Negeri maupun dari wilayah Indonesia kapan pun bisa sampai sini karena memiliki bandara yang bisa didarati oleh pesawat kecil maupun pesawat berbadan lebar, dan jarak dari bandara ke pulau Galang ini kurang lebih 1 jam," tuturnya.
RS khusus tersebut rencananya akan dibangun di camp bekas pengungsi Vietnam, di Pulau Galang. Hadi menuturkan RS khusus virus Corona ini akan dilengkapi berbagai fasilitas.
Hadi menuturkan pihaknya sudah mengajukan untuk disiapkan 50 ruang isolasi di RS tersebut. Nantinya, sebut dia, ruangan tersebut akan dilengkapi dengan filter HEPA (high-efficiency particulate air) serta oksigen.
Ia pun berharap RS khusus observasi dan isolasi itu segera dapat direalisasi. Para tenaga medis yang akan bertugas di sana nantinya berasal dari TNI-Polri, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), juga masyarakat yang memiliki keahlian medis.
"Mudah-mudahan RS khusus ini segera terealisasi dan tenaga medis nya juga berdasarkan desk COVID-19 dari TNI dari Polri kemudian dari Kemenkes dan dari kelompok masyarakat yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Kami mohon doanya supaya segera terealisasi RS khusus tersebut," harap Hadi.
Komentar Via Facebook :