Ini Rahasianya China Bisa Bangun Rumah Sakit Dalam 10 Hari

Ini Rahasianya China Bisa Bangun Rumah Sakit Dalam 10 Hari

Rumah sakit virus corona di Wuhan. (Foto: AFP)

Wuhan - Setelah wabah virus corona merebak, pemerintah China memutuskan membangun rumah sakit di kota Wuhan untuk menampung pasien yang terjangkit virus tersebut. Pembangunan rumah sakit ditargetkan rampung dalam enam hari, walaupun akhirnya molor menjadi sepuluh hari.

Saat ini kasus virus corona yang tercatat di China mencapai sekitar 10.000 kasus dan yang telah meninggal dunia sebanyak 425 orang. Wabah ini juga menyebar ke sejumlah negara.

Wuhan adalah kota dimana pertama kali wabah ini muncul. Rumah sakit di kota yang berpenduduk 11 juta jiwa itu disesaki pasien. Menurut media pemerintah, rumah sakit baru bernama Huoshenshan iu memiliki daya tampung seribu tempat tidur.

Bagaimana China bisa membangun rumah sakit dengan kapasitas ribuan pasien hanya dalam hitungan hari?

"China memiliki rekor menyelesaikan sesuatu dengan cepat bahkan untuk proyek monumental seperti ini," kata seorang rekan senior untuk kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri, Yanzhong Huang, dikutip dari BBC, Selasa (4/2).

Dia menunjukkan rumah sakit di Beijing pada 2003 yang dibangun dalam waktu tujuh hari sehingga tim konstruksi mungkin berusaha untuk mengalahkan rekor itu. Sama seperti rumah sakit di Beijing, rumah sakit di Wuhan akan dibuat dari bangunan prefabrikasi.

"Negara ini mengandalkan pendekatan mobilisasi top-down. Mereka dapat mengatasi birokrasi dan kendala keuangan dan mampu memobilisasi semua sumber daya."

 

Kerahkan Insiyur Dari Seluruh Negeri

 

Huang mengatakan insinyur dari seluruh China dikerahkan untuk menyelesaikan konstruksi tersebut tepat waktu.

"China unggul dalam bidang kerja teknis. Mereka memiliki rekor membangun gedung pencakar langit dengan cepat. Ini sangat sulit dibayangkan orang Barat. Ini bisa dirampungkan," imbuhnya.

Dalam hal pasokan medis, Wuhan dapat mengambil persediaan dari rumah sakit lain atau dapat dengan mudah memesannya dari pabrik.

The Global Times mengonfirmasi sebanyak 150 anggota medis dari Tentara Pembebasan Rakyat telah tiba di Wuhan. Namun tak disebutkan apakah mereka akan bekerja di rumah sakit baru tersebut.

 

Bangun Rumah Sakit Dalam Tujuh Hari

Pada 2003, Rumah Sakit Xiaotangshan dibangun di Beijing untuk merawat pasien dengan gejala SARS. Rumah sakit tersebut dibangun hanya dalam waktu tujuh hari, disebut memecahkan rekor dunia untuk pembangunan rumah sakit tercepat.

Sekitar 4.000 orang bekerja untuk membangun rumah sakit, bekerja siang dan malam demi mengejar deadline, kata China.com.cn.

Di dalamnya, terdapat ruang X-ray, ruang CT, ICU dan laboratorium. Setiap bangsal dilengkapi kamar mandi.

Dalam dua bulan, rumah sakit itu menerima satu dari tujuh pasien SARS di negara itu dan dipuji sebagai "keajaiban dalam sejarah kedokteran" oleh media negara itu.

"Itu diperintahkan oleh Kementerian Kesehatan dan diperbantukan perawat dan dokter lain dari fasilitas kesehatan yang ada untuk mengelola rumah sakit. Mereka memiliki protokol dari Kementerian Kesehatan yang berbicara tentang bagaimana menangani penyakit menular dan jalur kritis identifikasi dan isolasi yang khusus untuk SARS," jelas Joan Kaufman, dosen kesehatan global dan kedokteran sosial di Harvard Medical School.

Dia menambahkan bahwa selama wabah SARS, biaya ditanggung wilayah setempat tetapi ada banyak subsidi dari pemerintah pusat.

"Saya tidak dapat membayangkan bahwa beban ini akan ditanggung oleh pemerintah Wuhan karena ini adalah prioritas tinggi," kata Kaufman.

Menurut Huang, rumah sakit itu diabaikan setelah wabah berakhir.