Kondisi Wakil Ketua DPRD Natuna Usai Pingsan Dampingi Demo di Natuna
Wakil Ketua DPRD Natuna, Jarmin Sidik dirawat di RSUD Natuna. (Foto: ist)
Natuna - Wakil Ketua II DPRD Natuna dari Partai Gerindra, Jarmin Sidik pingsan ketika mendampingi massa demonstrasi, Senin (3/2/2020) di Gedung DPRD Natuna.
Seperti diketahui, demonstrasi berlarut-larut selama 3 hari terakhir oleh warga. Mereka menolak Natuna menjadi lokasi observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan.
Jarmin dikabarkan kelelahan. Ia akhirnya dievakuasi ke RSUD Kabupaten Natuna untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi terakhir Jarmin Sidik dikabarkan sudah membaik dengan infus di tangan dan hidung. Ia terlihat masih bisa mengangkat tangan kirinya yang terpasang selang infus
Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Aris Munandar menyebut rekannya tersebut dalam kondisi kelelahan. "Alhamdulillah kondisi sudah membaik, kita berdoa saja kesembuhan beliau," ungkap Wan.
Seperti diberitakan sebelumnya, demo berlarut terjadi di Kabupaten Natuna. Ribuan massa dari berbagai elemen kaget, saat pemerintah tiba-tiba menjadikan Natuna sebagai lokasi observasi para WNI yang dievakuasi dari Wuhan selama 13 hari ke depan.
Kendati pemerintah melalui Menteri Kesehatan menegaskan keberadaan WNI yang dibawa ke Natuna aman dan sehat, warga tetap bersikukuh menolak. Mereka khawatir bayang-bayang penularan virus corona. Apalagi warga tampaknya cukup paranoid dengan bahaya corona yang diberitakan di televisi.
Sementara itu dari video yang beredar, terlihat ratusan WNI dari Wuhan yang menjalani observasi selama beberapa pekan ke depan di Ranai melakukan aktivitas olahraga pagi didampingi TNI AU di Lanud Raden Sadjad.
Menkes Terawan meastikan WNI yang dievakuasi dari Wuhan telah melewati proses pemeriksaan kesehatan ketat. Tak ada satu pun yang bermasalah. Meski begitu, mereka harus menjalani observasi selama 14 hari di hanggar Lanud Raden Sadjad.
Para WNI akan diobservasi secara ketat dan diperbolehkan pulang jika tidak ada yang sakit hingga karantina berakhir. "Mereka tidak diperbolehkan keluar dari area selama observasi. Selain itu, mereka akan dijaga oleh militer selama 24 jam penuh untuk keamanan," kata Terawan.
Komentar Via Facebook :