https://www.batamnews.co.id

Investasi Asing di Batam Tembus USD 359 Juta

Kantor BP Batam.

Batam - Realisasi investasi di Batam meningkat sepanjang 2019. Sejumlah investor asing menanamkan modalnya untuk pembangunan industri.

Realisasi Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam pada tahun 2019 tercatat meningkat sebesar 359 juta USD atau Rp 4,8 triliun lebih dibandingkan tahun 2018, yaitu sebesar 326 juta USD atau Rp 4,4 triliun lebih.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar mengatakan sebagai pengelola di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Batam, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian melalui Penanaman Modal Asing (PMA).

Total nilai invetasi yang telah tercatat berdasarkan data yang telah dihimpun oleh aplikasi Online Single Submission (OSS) melalui Direktorat Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, di tahun 2019 telah mencapai nilai lebih dari USD359 juta. 

"Angka tersebut berasal dari 108 perusahaan yang menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak lebih dari 15 ribu orang,” kata Dendi, Jumat (24/1/2020). 

Nilai investasi baru lebih dari 229 juta USD  diinvestasikan oleh 83 perusahaan dan menyerap 7.000 lebih tenaga kerja. 
Sementara itu nilai perluasan investasi sebesar 130 juta USD, berasal dari 25 perusahaan dan menyerap lebih dari 7.900 tenaga kerja.

Adapun sektor dari investasi baru meliputi hotel dan restoran; industri instrumen kedokteran, mesin, elektronik, peralatan listrik dan optik; hingga gudang dan telekomunikasi.

Sepanjang 2019, sebanyak 12 negara melakukan realisasi investasi baru. Diantaranya berasal dari Australia, China, Jeman, Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, UEA, Inggris, British Virgin Islands. 

Jumlah perusahaan terbanyak berasal dari Indonesia dan Singapura yang masing-masing berjumlah 20 perusahaan. Total dari investasi baru berdasarkan negara ini berjumlah lebih dari 229 juta USD yang menyerap Tenaga Kerja Indonesia sebanyak 7.689 orang.

“Kami mengharapkan akan lebih banyak Penanam Modal Asing (PMA) baru yang masuk ke Batam dan menciptakan lapangan kerja,” ucapnya. 

(das)