https://www.batamnews.co.id

Kembar Siam Dzakiyah Butuh Biaya Operasi Rp 1,1 M, RSBP Buka Donasi

Bayi kembar siam anak warga Batam yang akan dioperasi di RSBP Batam. (Foto: istimewa)

Batam - Operasi pemisahan bayi kembar siam, Dzakiyah Thalita Sakhi di Batam membutuhkan biaya besar hingga mencapai miliaran rupiah.

Operasi bayi kembar siam anak dari pasangan Suci dan Risky direncanakan pada Maret mendatang di RS Badan Pengusahaan Batam (RSBP).

Pihak rumah sakit menyatakan besarnya anggaran operasi, membuat mereka harus memutar otak.

Mereka berharap keterlibatan publik dan para dermawan untuk menyokong biaya yang kekuranganya mencapai Rp 1,1 miliar.

"Kami meminta perhatian masyarakat untuk ikut membantu. Bantuan tersebut akan disalurkan ke nomor rekening BRI nomor 0331-01-006402-53-8 atas nama Kembar Siam Kepulauan Riau," kata Direktur RSBP dr. Sigit Riyarto, Jumat (24/1/2020).

Dana yang terkumpul, nantinya akan digunakan untuk membiayai penanganan medis sang bayi, mulai dai pra hingga pasca-operasi. 

Menurut Sigit, berapapun dana yang terkumpul nanti, operasi kembar siam ini tetap dilaksanakan. Tentunya menunggu usia bayi masuk 10 bulan dan berat masing-masing 5 kilogram dengan Hb di atas 10.

Bayi Dzakiyah telah menjalani rawat inap di RSBP hampir 2 bulan, dan akan terus berada di ruang perawatan hingga waktu operasi tiba. 

Operasi Butuh Waktu 12 Jam

Sementara, Dokter Bedah Anak dr. Siti Iqbalwanti, mengatakan selain melibatkan banyak ahli, operasi ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri, selain melibatkan lebih banyak tenaga ahli, juga memerlukan peralatan yang memadai. 

"Walaupun yang dipisahkan hanya satu namun seluruh organ saling terhubung, sehingga sangat komplek. Namun karena semua kita libatkan pasti bisa kami lewati bersama," ucapnya. 

Untuk proses operasi pemisahan, diperkirakan akan memakan waktu 10 -12 jam dan dilakukan dalam satu kali proses. 

Proses operasi akan dilakukan mulai dari pemisahan kulit, suputis, oto, pembuluh darah, hingga pemisahan organ dalam. 

"Nanti setelah kita buka organ dalam akan kita lihat bayi yang sehat untuk usus-ususnya," ujarnya. 

Pada proses penutupan kembali, Siti berharap luka operasi bisa ditutup dengan otot perut bayi, sehingga tidak perlu mengambil kulit dan otot dari organ lain.

"Nah itu nantinya kami akan butuh tim bedah lain seperti bedah plastik, sehingga jumlah tenaga dokter ahli bisa saja bertambah sesuai kebutuhan," jelasnya. 

(das)