Hadir di Indonesia, d`Clinic Kenalkan Teknologi Blockchain di Dunia Kesehatan

Hadir di Indonesia, d`Clinic Kenalkan Teknologi Blockchain di Dunia Kesehatan

Direktur RSBP Batam, dr Sigit Riyarto (Foto:Dyah/Batamnews)

Batam - Kerjasama RSBP Batam dengan perusahaan kesehatan asal Singapura, d’Clinic International, berlanjut dengan membawa serta teknologi digital Blockchain.

d’Clinic adalah investor yang ingin membawa teknologi Blockchain tersebut dalam hal kesehatan. Dan Batam, terpilih menjadi daerah pertama di Indonesia untuk d’Clinic mengenal technologi tesebut di dunia kesehatan, karena RSBP Batam menawarkan kerjasama untuk teknologi ini.

Direktur RSBP Batam, dr Sigit Riyarto mengaku beruntung, d’Clinic membawa teknologi peradaban baru tersebut ke Batam. “Para pakar, dan seluruh perintis Blockchain datang dari seluruh Indonesia untuk mendukung,” kata Sigit, Selasa (20/8/2019)

Dia berharap, tidak sampai setahun kedepan, d’Clinic akan segera membangun fasilitasnya di RSBP Batam. Kemudian, teknologi ini sebentar lagi akan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. Dalam teknologi pencatatan digital tersebut, semua catatan kesehatan akan tercatat dalam satu platform.

Sigit menyakini, teknologi ini kedepannya, akan sangat dibutuhkan masyarakat. Karena di era saat ini, financial technology dengan uang digital tidak bisa dihindari.

Saat ini, dirinya mengaku tengah menunggu sampai ada regulasi yang tepat. Kecanggihan teknologi tersebut, tentu harus diimbangi dengan peraturan-peraturan agar tidak ada yang menyalahgunakan.

“Block yang menjadi pemula disini adalah layanan kesehatan. Analoginya hampir sama dengan gojek gofood, dengan system digitalnya, Tapi kalau soal bitcoin kita masih menunggu kebijakan kominfo, yang jelas kita akan mengarah ke pembayaran digital,” paparnya.

Teknologi Blockchain sendiri yang dibawa d’Clinic, adalah system digital dengan beraneka ragam fungsi. Mulai dari melihat catatan kesehatan, hingga financial technologi dalam system pembayarannya berupa koin.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi mengatakan, saat ini teknologi Blockchain masih sangat tabu di mata masyarakat. Konsepnya sama dengan internet saat baru dikenali pada 1995.

Kedepannya, Informasi catatan kesehatan akan terdistribusi menggunakan teknologi dan bisa menjadi bagian dari proses otomasi dalam manajemen rumah sakit itu sendiri.

“Bicara Blockchain bukan hanya bitcoin. Seperti internet yang fungsinya beragam. Begitu halnya dengan Blockchain, dimana salah satu fungsinya adalah bisa digunakan untuk kesehatan,” ujarnya

Kedepan, hadirnya Blockchain yang masuk dalam system pembayaran tidak terus di ranah kesehatan, bukan berarti menggantikan rupiah sebagai alat pembayaran di rumah dakit, tetapi membentuk alat untuk menyimpan nilai sebagai bentuk dari investasi.

“Sekarang eranya bukan lagi sebagai medium of exchange tetapi mengarah kepada the keeping of value, yaitu tempat untuk menyimpan nilai, jadi itu bagian dari investasi sebenarnya. Supaya orang kalau berobat atau perawatan lebih memudahkan dia dalam bentuk digital instrument,” jelasnya.

d’Clinic sendiri, adalah perusahaan yang merintis pelayanan kesehatan berbasis teknologi informasi terkini, sifatnya memberikan pelayanan untuk meningkatkan kesehatan dan meningkatkan kebugaran.

Edi mengharapkan dengan D’clinick ini masuk, nantinya tidak hanya memperkuat jasa layanan kesehatan, sehingga kalau perlu berobat tidak perlu keluar negeri.

“Di d’clinick nantiya pasien datang tidak perlu sakit, namun juga bisa untuk perawatan diri seperti perawatan kecantikan, detox dan sebagainya. Jadi datang ke rumah sakit tidak dalam rangka sakit,” katanya.

Saat ini Kementerian Perekonomian tengah menyiapkan bagaimana memfasilitasi teknologi yang dikenal dengan Blockchain ini, bisa bermanfaat disemua sektor. Jadi, tidak hanya untuk rumah sakit tetapi juga manajemen logistic dikerjakan, pertanahan serta manajemen pemerintahan.

“Kami mendukung investasi di Batam dengan Blockchain, artinya bayar rumah sakit, data rumah sakit, data pasien, termasuk pembayarannya melalui system Blockchain. Biar pembayarannya lebih mudah. Kalau masyarakat mudah demand nya tidak hanya Batam, tapi juga diluar Batam. Namun tetap dengan markas Batam,” pungkas Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi.

(das)