Beredar Kabar Fuel Card Dijual Hingga Jutaan Rupiah, Ini Kata BRI

Beredar Kabar Fuel Card Dijual Hingga Jutaan Rupiah, Ini Kata BRI

Ilustrasi. (Foto: Pemprov Bangka Belitung)

Batam - Kabar kartu pengendali BBM (fuel card) di Batam dijual dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah merebak. Isu itu muncul setelah proses mendapatkan kartu tersebut diperketat.

Namun, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Batam-Nagoya membantah kabar angin tersebut. 

“Isu tersebut sama sekali tidak benar, harga fuel card itu sendiri hanya Rp 20 ribu,” ujar Marketing BRI Batam-Nagoya, Rina Sri Rezeki, usai rapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan Pertamina, Rabu (22/1/2020). 

Pihaknya menekankan fuel card tidak dapat diperjualbelikan secara bebas. Karena untuk mendapat fuel card ini ditentukan dengan cara verifikasi dari Disperindag dan Pertamina. 

“Jadi tidak gampang untuk mendapatkan kartu, hanya orang tertentu yang memenuhi syarat,” katanya. 

Pada kesempatan tersebut, Rina juga menjelaskan dalm fuel card tersebut ada batas maksimum pembelian biosolar. Dimana per harinya, hanya dibatasi pembelian Rp 30 ribu.

“Karena SPBU yang akan mengecek kuotanya,” katanya. 

Kemudian terkait jumlah penerima fuel card tahun 2020 yang turun drastis, BRI mengimbau agar penerima fuel card sebelumnya dan tidak mendapat kartu lagi tahun inibisa mencairkan sisa saldo dalam kartu. 

“Bisa dicairkan di manapun unit kerja kami,” jelasnya. 

Sementara, bagi penerima fuel card tahun ini bisa dapat memberlakukan kartu tersebut pada hari ini.

Tahun ini, tercatat penerima fuel card pada tahun ini sebanyak 4.004 kartu saja. Sementara pada tahun lalu, jumlahnya lebih dari tiga kali lipat yakni 14.631 kartu.

(ret)
Komentar Via Facebook :