Pertamina: Solar Bersubsidi di Batam Diselewengkan

Antrean kendaraan membeli solar di SPBU Regata, Batam Centre. (Foto: Johannes Saragih/batamnews)

Batam - Pertamina Kepulauan Riau mensinyalir distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Batam tidak tepat sasaran dan diselewengkan.

Sinyalemen itu muncul dari jumlah penerima fuel card untuk tahun 2020 yang turun drastis jika dibanding pada tahun sebelumnya.

"Kami menilai ada oknum yang melakukan penyelewengan. Makanya kami ingin memastikan orang yang berhak menerima subsidi ini,” kata Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William.

Pertamina bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dan BRI juga akan memperketat syarat serta prosedur untuk mendapatkan fuel card ini.

Diantaranya yakni menerapkan perpanjangan masa berlaku kartu tersebut secara online.

“Jadi foto kendaraan, serta data pendukung lainnya bisa diupload saja,” katanya. 

Dari data yang diperoleh Batamnews, jumlah penerima fuel card pada tahun ini sebanyak 4.004 kartu saja. Sementara pada tahun lalu, jumlahnya lebih dari tiga kali lipat yakni 14.631 kartu.

Baca: Penerima Fuel Card di Batam Tahun 2020 Turun Drastis

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau mengatakan jumlah penerima fuel card tahun ini jauh berkurang ini karena ada beberapa alasan. Salah satunya penerima fuel card terdahulu memiliki lebih dari satu kartu. 

“Makanya jumlah banyak berkurang,” kata dia. 

Selain itu, alasan lainnya karena ada beberapa penerima terdahulu yang jenis kendaraan serta nomor polisi yang tidak sesuai dengan data. 

“Dengan verifikasi ini, penerima fuel card sudah tepat sasaran,” jelasnya. 

(ret)