Rencana Aksi Gema Minang dan IKSB Demo Gelper Spurgame Mendadak Batal
Pengurus Gema Minang dan IKSB memberikan keterangan seputar penundaan aksi menuntut penutupan gelper di Batam. (Foto: Edo/batamnews)
Batam - Generasi Muda (Gema) Minang Batam bersama Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) bersepakat menunda aksi damai menuntut penutupan gelanggang permainan elektronik (gelper).
Ketua Keluarga Besar Sumatera Barat, M. Al Ichsan mengatakan rencananya aksi itu akn digelar pada Senin (13/1/2020). Namun atas sejumlah pertimbangan, aksi itu ditunda.
"Kami memohon maaf dengan kerendahan hati, kepada seluruh pihak. Bahwa aksi damai yang akan direncakan besok, diundur atau ditunda," katanya, Minggu (12/1/2020).
Ichsan beralasan penundaan aksi lebih kepada faktor untuk menjaga Batam aman dan kondusif. Selain itu, mereka juga mengantisipasi aksi itu ditunggangi kepentingan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurut dia, jika aksi unjuk rasa tetap digelar, dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Batam yang saat ini terpuruk.
"Apabila dilaksanakan, akan berdampak pada Batam. Selain itu, juga berdampak tidak baik terhadap organisasi Minang di Batam," katanya.
Sementara, Ketua Gema Minang Batam, Antoni Lendra menyebutkan, Batam saat ini masuk dalam tahun politik. Dia tak ingin aksi tersebut nanti dimanfaatkan dan ditunggangi pihak tak bertanggung jawab.
"Jangan sampai aksi itu ditunggangi untuk kepentingan tertentu," kata pria yang kerap disapa Boni itu.
Baca: Di Permukiman Warga, Kenapa Polsek Batuaji Tak Menindak Gelper Berbau Judi Merlion Spurgame?
Bendahara Umum Gema Minang Batam, Amri Piliang mengakui kalau penundaan unjuk rasa itu membuat sejumlah pihak kecewa. Namun, dia berharap tidal ada kata-kata atau fitnah terhadap dibatalkannya aksi unjuk rasa tersebut.
"Kita sudah sampaikan ke ormas, OKP dan LSM yang akan ikut, bahwa aksi besok ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan," ucapnya.
Unjuk rasa terhadap gelper yang diduga berbau judi yang berada di lingkungan masyarakat itu, akan digantikan dengan menyurati Wali Kota, DPRD dan pihak terkait.
"Kita akan tetap perjuangkan. Kita akan surati Walikota, DPRD, untuk menindak lanjutinya. Tapi, jika tidak ada tindakan, kita akan tetap turun ke jalan," kata Amri.
Komentar Via Facebook :