Disbud Lingga Dinilai Tak Serius Bina Seni Melayu Joged Dangkung

Joged Dangkung (Foto:Dinas Kebudayaan Kepri)

Lingga - Joged Dangkung merupakan tarian tradisional asli Melayu yang sangat dikenal di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri). Selain karena corak tarinya yang khas dan energik, itu karena gerakannya yang juga mudah diikuti.

Seperti halnya di daerah lain di Kepri, Joged Dangkung di Lingga ini dihela oleh beberapa penyanyi plus penari yang jumlahnya bisa mencapai sepuluh orang lebih. Instrumen musik penggiringnya juga simpel terdiri atas tambur, gong, akordion serta biola.

Namun demikian, Anggota Komisi III DPRD Lingga, Sui Hiok menilai, Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga belum benar-benar membina para seniman Joged Dangkung ini. Khususnya mereka yang berada di Kepulauan Senayang.

"Di Dusun Belakang Hutan, Desa Laboh, Kecamatan Senayang, ada orkes Joget Dangkung yang cukup bagus. Tapi sayang sound system dan pengeras suara mereka rusak sehingga tidak bisa ditampilkan lagi. Ini harusnya bisa menjadi perhatian Disbud Lingga," kata Sui Hiok kepada Batamnews, Kamis (9/1/2020).

Hal serupa kata dia juga terjadi di Desa Pulau Medang, Kecamatan Katang Bidare. Ada satu group yang sudah sering kali menampilkan seni Joged Dangkung di pulau-pulau sekitarnya, tapi tidak didukung sound system yang memadai.

"Maka itu kita harap dengan berdirinya Disbud sendiri ini diharapkan bisa menjawab permasalahan kebudayaan kita yang hampir punah. Berikan dorongan dan bantuan serta binaan sehingga Joged Dangkung kebudayaan Melayu tidak punah di masa akan datang," ujarnya.

Dengan demikian, ia berharap kedua orkes Joged Dangkung tersebut dapat dihidupkan kembali. Sehingga mereka kedepannya bisa tampil di acara tingkat kecamatan hingga kabupaten. Bahkan, bisa ditampilkan saat adanya kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara ke wilayah mereka.

"Saran saya harusnya di kabupaten yang dikenal sebagai Bunda Tanah Melayu ini, jika perlu di pelabuhan penumpang dan bandara, dihidupkan Joged Dangkung ini. Terserah orang mau nonton atau tidak, yang penting musik Melayu didendangkan di tanah Melayu ini," pungkasnya.

(ruz)