Harga Rokok di Batam Mulai Merangkak Naik
Ilustrasi.
Batam - Tahun baru 2020 ditandai dengan naiknya harga cukai rokok. Di Batam, kenaikan harga rokok mulai terasa di pekan pertama Januari.
Meski belum naik secara keseluruhan dan hanya beberapa merek rokok saja, kenaikan harga rokok ini sudah dirasakan oleh konsumen.
Kenaikan harga jual rokok di masing-masing warung ataupun supermarket berbeda untuk setiap merek. Seperti di Indomaret dan Alfamart, ada merek rokok yang harganya sudah menyentuh di atas Rp 30 ribu per bungkus.
Seperti Marlboro. Rokok putih produk Phillip Morris itu sudah dibanderol dengan harga Rp 31.000. Kemudian Sampoerna Avolution kini dihargai Rp 29 ribu atau naik dua ribu rupiah dari harga sebelumnya.
Berbeda dengan supermarket, di warung kelontong harga rokok juga naik harganya, meski tak signifikan.
"Rokok mulai naik. Soalnya pas beli harganya juga dah naik. Kayak Marlboro, Avolution. Untuk yang lain masih naik 500 atau 1000 aja," ujar seorang pedagang kelontong di kawasan Batam Centre, Selasa (7/1/2020).
Sementara itu, untuk harga rokok khusus kawasan FTZ yang tidak ada banderol atau cukai masih normal. Sebab saat ini tengah mengabiskan stok sebelum ditetapkan cukai rokok.
"Masih harga normal sih kalau rokok itu, tapi saya jarang jual rokok itu," ucap pria tersebut.
Untuk saat ini, rokok dengan cukai 2019 masih banyak beredar. Kendati demilikan, harga rokok telah mulai perlahan naik.
Bahkan, dengan kenaikan harga rokok saat sekarang ini. Juga telah dirasakan oleh warga yang perokok.
"Memang udah mulai terasa harga rokok mulai naik dan mahal. Apalagi nanti katanya harga rokok bisa mencapai Rp 50 ribu satu bungkusnya," ujar Opi, warga Batam.

Komentar Via Facebook :