Rawan Kecelakaan, Polres Bintan Imbau Pengendara Hati-hati di Musim Hujan

Rawan Kecelakaan, Polres Bintan Imbau Pengendara Hati-hati di Musim Hujan

Kasat Lantas Polres Bintan, AKP Rendi Johan Prasetyo (Foto:Ary/Batamnews)

Bintan - Kabupaten Bintan sedang dilanda musim hujan disertai angin kencang. Kondisi cuaca seperti ini sangat membahayakan jiwa pengendara yang melintasi wilayah Utara, Tengah dan Utara Bintan, sebab jalanan di wilayah tersebut rawan kecelakaan lalulintas.

Kasatlantas Polres Bintan, AKP Rendi Johan Prasetyo mengatakan, ketika hujan tiba diimbau agar para pengendara selalu berhati-hati saat melintasi jalanan di Kabupaten Bintan.

“Bila perlu jangan berkendara saat turun hujan. Apabila sedang berkendara, namun ditengah jalan hujan lebih baik berteduh sampai reda,” ujar Rendi, kemarin.

Dari hasil catatan Satlantas Polres Bintan, sebenarnya kecelakaan yang terjadi di jalanan Kabupaten Bintan bukan karena faktor hujan. Tetapi kondisi jalanan di wilayah ini belum maksimal.

Seperti di Jalur Lintas Barat yang banyak bergelombang. Kemudian Jalur Lama Arah Tanjunguban atau Jalur Tengah banyak yang berlubang dan tikungan yang tajam namun ditutupi tanaman liar begitu juga Jalur Arah Kijang mengalami kondisi yang sama.

“Namun kondisi itu diperparah lagi saat hujan tiba. Jalanan menjadi licin akibat lumpur atau tanah yang terbawa derasnya hujan sehingga banyak kendaraan yang hilang kendali dan lainnya sehingga terlibat kecelakaan,” jelasnya.

Ada beberapa korban kecelakaan yang nyawanya tak terselamatkan. Penyebabnya bukan lambannya penanganan medis melainkan jauhnya lokasi rumah sakit maupun puskesmas di Kabupaten Bintan.

Seperti di Jalur Tanjungpinang-Lintas Barat Tanjunguban hanya terdapat dua rumah sakit yang besar di jalanan sepanjang 90 Km tersebut. Yaitu RSUD Ahmad Thabib Batu 9 Tanjungpinang dan RSUD Engku Daud Tanjunguban. Sedangkan di Jalur Lintas Arah Kijang sepanjang 30 Km hanya ada RSUD Kijang.

“Bayangkan jika lokasi kecelakaannya di Kawasan Jalur Lintas Barat dekat Desa Penaga atau Busung. Korban kecelakaan harus menempuh 30 Km untuk sampai di rumah sakit. Kalau puskesmas sulit ditempuh juga karena berada di dalam perkampungan,” ucapnya.

(ary)