Kemarau Tak Halangi Petani Desa Panggak Darat di Lingga Panen Padi

Kemarau Tak Halangi Petani Desa Panggak Darat di Lingga Panen Padi

Padi di lahan sawah Desa Panggak Darat tumbuh subur meski dalam jumlah terbatas (Foto:istimewa untuk Batamnews)

Lingga - Sejak beberapa bulan terakhir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, dilanda musim panas berkepanjangan (kemarau). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabo Singkep, memprediksikan belum ada tanda-tanda curah hujan intensitas tinggi bakal terjadi.

Namun, dibalik kemarau yang melanda Negeri Bunda Tanah Melayu, diam-diam sawah di Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, akan memasuki masa panen. Padi di lahan ini tumbuh subur meski dalam jumlah terbatas.

"Meski kemarau melanda, Insya Allah petani padi Desa Panggak Darat optimis tetap bisa panen dalam jumlah terbatas. Ada 8 hingga 10 hektare lahan siap panen," kata Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafriza kepada Batamnews, Senin (23/9/2019).

Ia menjelaskan, rencananya panen tersebut dilakukan awal Oktober mendatang. Ini merupakan panen ketiga kalinya yang dilakukan petani di lahan sawah tersebut sepanjang tahun 2019.

"Padi itu kita tanam pas akhir Juli kemarin. Ditambah dengan kehadiran Wakil Bupati Lingga yang ikut menjadi petani, semakin menimbulkan semangat petani Panggak Darat untuk terus berkreasi," ujarnya.

Wabup Lingga serta istri, Ady Indra Pawennari dan Kades Panggak Darat saat meninjau lokasi sawah Desa Panggak Darat (Foto:istimewa untuk Batamnews)

Pria yang akrab disapa Reza ini berharap, dengan hasil tersebut, sawah Desa Panggak Darat dapat dibangun irigasi dari pemerintah dalam waktu dekat. Hal ini untuk menopang semangat petani setempat yang optimis dengan lahan sawah yang ada di desanya.

"Dengan keterbatasan dana desa, telah digunakan maksimal untuk mendorong semangat petani dengan menggunakan mekanisasi irigasi melalui pipanisasi sepanjang 3 kilometer (km)," pungkasnya.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk perhatian desa dalam mengembangkan sektor pertanian padi, pemerintah Desa Panggak Darat juga telah selesai melakukan pembanguan jemuran padi 4 unit dengan volume 10x40 meter di 4 kelompok tani.

"Kemudian juga ada mesin perontok padi, mesin panen padi, juga jembatan penyebarangan serta gudang alsintan telah selesai dilaksanakan dengan kondisi 100 persen," katanya.

(ruz)