Liveable City
Pekan Santai di Park Avenue, Batam.
KEHIDUPAN merupakan racikan dari bumbu-bumbu yang bertentangan; hidup dan mati, kuat dan lemah, naik dan turun. Tak ada yang mengira bahwa pertentangan ini saling mempengaruhi dan menciptakan keseimbangan dalam hidup. Betul, kehidupan ini paradoks, tapi kita diberi kesempatan untuk memilih kualitas kehidupan yang kita anggap baik.
Memilih kualitas hidup yang baik itu pilihan, kita tidak bisa berharap banyak dengan kota ini, mendapatkan taman hijau dengan udara segar setiap hari nya, atau bermain di waduk-waduk maupun kolam di Kota Batam ini, anggap saja ini paradoks yang kontradiksi dengan kenyataan di tempat tinggal kita ini.
Sebagai warga sipil tentu kita menginginkan anak-anak kita tumbuh dan hidup dengan kualitas lingkungan yang baik dan sehat. Mendapatkan sayur-sayuran yang segar, daging untuk gizi protein yang sehat, akses ruang publik yang mudah, fasilitas transportasi publik yang nyaman, air yang jernih, listrik yang terjangkau, hingga kualitas pendidikan anak yang terbaik.
Kenyataannya tidak seindah itu, panas di kota ini hingga 38 derajat celsius di siang hari, debu yang menyesakkan karena pelebaran jalan, asap karena kebakaran hutan dari Sumatera, kesemrautan di jalan raya, papan-papan reklame bertebaran, hiruk pikuk di lini sosial media karena agenda politik nasional dan daerah, pelayanan publik yang penuh ketidak-pastian, hingga fasilitas pendidikan dan kesehatan yang penuh kekhawatiran, catatan ini menjadi stigma yang tidak sehat dari suatu peradaban di-kota ini.
Selain identik dengan kepadatan penduduk yang tinggi, kehidupan di Kota Batam juga lengkap dengan pembangunan infrastruktur yang tak kunjung henti, tempat-tempat baru yang bermunculan hingga rangkaian aktivitas menyenangkan yang tidak dapat dilakukan semua orang secara percuma. Pesatnya perkembangan di kota ini justru terkadang malah melelahkan bagi para penduduknya.
Di zaman serba cepat, para penduduk Kota Batam seringkali terperangkap dalam rutinitas sehari-hari yang menjenuhkan. Diperlukan perubahan dalam gaya hidup untuk mengembalikan semangat hidup di perkotaan. Untuk itu, kita perlu mencoba hal-hal baru untuk membuat kehidupan para kaum urban lebih menyenangkan.
Kita cenderung hidup di antara area-area yang membuat kita nyaman. Namun, kehidupan dimulai saat kita mulai beranjak dari situasi tersebut. Begitu halnya dengan kehidupan yang menawarkan berbagai bentuk pengalaman.
Selain menghindarkan kita dari kejenuhan, dengan menjelajahi berbagai suasana yang ditawarkan, kita akan sepenuhnya dalam memilih kualitas hidup, bisa dimulai dari mengambil rute berbeda saat pulang kerja, mencoba mengunjungi tempat yang akan membawa kita pada situasi-situasi baru dan menyenangkan.
Kami berusaha menciptakan hal-hal sederhana yang mungkin kami lakukan, bukan hanya sekedar bazar makanan, di Pekan Santai, kualitas makanan yang selektif, musik akustik yang mendamaikan, menjaga lingkungan untuk tetap ramah dengan pencemaran seperti sampah dan hal-hal yang sulit di daur ulang, juga setiap anak-anak kita mempunyai hak yang sama seperti orang dewasa, mereka menginginkan taman bermain, tempat untuk bersenang-senang, maka kami hadirkan melalui Kids Corner di Park Avenue pada tanggal 04 hingga 06 Oktober 2019.
Taman buatan yang tetap mengedapankan nature organic di Park Avenue sejalan dengan pemikiran kami, tidak mudah memang meyakinkan banyak pihak bahwa kami sekolompok komunitas kecil yang menginginkan kesadaran terhadap lingkungan dan kualitas hidup yang baik.
Perlunya perubahan dalam gaya hidup untuk mengembalikan semangat hidup di perkotaan. Banyak alasan yang menjadi pertimbangan untuk membuat seseorang mencari waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Mulai dari waktu kerja yang padat, moda akses transportasi, hingga ketidakinginan untuk merasakan hal-hal baru.
Banyak dari alasan tersebut tidak berasal dari cita-cita untuk kualitas hidup yang lebih baik. Meski sayangnya, banyak di antara cita-cita tersebut terganggu karena sulit beradaptasi dengan memutuskan memilih kualitas hidup yang lebih baik.
Oleh: Ammar Satria
Pemerhati lingkungan perkotaan
.jpg)
Komentar Via Facebook :