Empat Petinggi Partai Nasdem di Kepri di Pusaran Sejumlah Kasus

Bendera Partai NasDem.

Batam - Tahun 2019, menjadi momen menyenangkan sekaligus menyakitkan bagi Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam konstetasi politik Pemilu 2019, partai ini meraih suara sangat signifikan di kabupaten/kota dan Provinsi Kepri. Di parlemen tingkat provinsi, partai besutan Surya Paloh ini meraih 6 kursi.

Sedangkan di Batam berhasil meraup 7 kursi, di Tanjungpinang dan Bintan masing-masing dapat 4 kursi, Karimun meraih 1 kursi, Lingga 5 kursi, Anambas 1 kursi dan Natuna 2 kursi.



Namun di balik kesuksesan raihan kursi ini, prahara juga menimpa Partai NasDem di Kepri. Elit-elitnya, beberapa diantaranya tersandung kasus hukum. Ada yang menjadi tersangka, namun ada juga yang hanya diperiksa sebagai saksi.

Berikut rangkuman sejumlah kasus yang menimpa elit Partai NasDem di Kepulauan Riau,

1. Nurdin Basirun

Gubernur yang juga Ketua DPW Partai NasDem ini menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi setelah tertangkap tangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Posisi Nurdin sebagai ketua pun akhirnya dicopot. Bahkan elit NasDem di pusat mengisyaratkan takkan memberikan bantuan hukum.

Mantan Bupati Karimun itu kemudian digantikan Willy Aditya yang merupakan Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem.

2. Bobby Jayanto

Pengusaha sekaligus politikus kawakan Tanjungpinang ini tersandung kasus dugaan pidato rasis. Pidato itu disampaikannya pada upacara Sembahyang Laut di Pelantar II Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Bobby dilaporkan oleh sejumlah LSM ke Polres Tanjungpinang. Proses hukum kasus ini sempat pasang surut hingga akhirnya polisi menetapkan Ketua DPD Partai NasDem Tanjungpinang itu sebagai tersangka.

Belakangan, muncul informasi kasus tersebut hendak diselesaikan secara non-litigasi. Polisi juga sudah mengonfirmasi hal ini serta mengungkap berbagai alasan yang menjadi pertimbangan.

3. Rudi

Nama Sekretaris DPW Partai NasDem Kepri ini sempat mengemuka kala dokumen surat rekomendasi mega proyek Marina Bay yang berlokasi di Teluk Tering, Batam menjadi kontroversi.

Rudi mengakui memberikan surat rekomendasi PT Kencana Investindo Nugraha kepada Gubernur Kepulauan Riau, terkait pengembangan kawasan Teluk Tering.

PT Kencana Investindo Nugraha dipimpin oleh Maxi Gunawan. Diketahui Maxi merupakan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem.

Wali Kota Batam juga sempat diperiksa KPK sebagai saksi atas kasus yang menjerat Nurdin Basirun. Rudi diperiksa di Mapolresta Barelang sebulan lalu, tepatnya 26 Juli 2019.

4. Alias Wello

Politikus Partai NasDem ini terseret kasus suap tambang terhadap Bupati Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, Supian Hadi.

Awe sempat diperiksa KPK di Mapolresta Barelang pada Jumat, (23/8/2019). Dia dimintai keterangan sebagai saksi terhadap tersangka Supian Hadi, Bupati Kotawaringin Timur.

Keterlibatan Alias Wello ini bukan mengenai jabatannya sebagai Bupati Lingga, melainkan ia selaku Direktur PT. Aries Iron Mining dan mantan Direktur utama PT. Fajar Mentaya Abadi yang diberikan izin IUP oleh tersangka Supian Hadi.

(*)