Branding Personal Rudi Sinyal Kuat Maju ke Pilkada Kepri

Branding Personal Rudi Sinyal Kuat Maju ke Pilkada Kepri

Rudi, Wali Kota Batam.

Batam - Wali Kota Batam Rudi terus digadang-gadang maju pemilihan gubernur (Pilgub) 2020 mendatang. Seolah gayung bersambut, dia pun mulai terlihat masif mem-branding dirinya secara masif.

Seperti beberapa hari lalu Rudi mengampanyekan bahwa dirinya sebagai wali kota terbaik karena menerima penghargaan dari Asia Global Awards 2019 kategori “Asia Best Mayor Of The Year 2019”. Spanduk dan baliho berisi ucapan selamat bertebaran di Batam. 

Tidak hanya itu Rudi, juga terus menjalin hubungan yang baik dengan tokoh-tokoh di Batam. Salah satunya Lembaga Adat Melayu (LAM) di Batam yang pada Selasa (14/8/2019) malam juga memberikan gelar adat, Datuk Setia Amanah. 

"Itu langkah yang baik, sebagai bagian dari komunikasi politik dengan kelompok-kelompok utama dan tokoh-tokoh penting terutama pimpinan adat perlu dilakukan," kata Zamzami Abdul Karim, pengamat politik dan pemerintahan kepada Batamnews.co.id, Rabu (14/8/2019).

Menurut Zamzami, Rudi memiliki peluang besar maju pilgub, apalagi sejak Ketua DPW Partai NasDem Kepri Nurdin Basirun tersandung KPK. "Saya rasa lebih berpotensi (Rudi) karena posisi calon dari NasDem yang paling memungkinkan hanya tinggal Rudi," katanya. 

Tidak hanya itu, ditambah lagi sejak memimpin Batam, Rudi ternyata cukup berhasil dan mendapat banyak apresiasi dari warga. "Begitu juga di kalangan pemilih Melayu, barangkali Rudi lebih elektabel," kata Zamzami. 

Posisi tawar Rudi cukup tinggi, terutama bagi partai penguasa/pemenang Pemilu yakni PDI Perjuangan. Representasi calon dari partai ini adalah Soerya Respationo, sosok petinggi partai Banteng di Kepri. Rudi bisa menjadi penantang serius Soerya.

Namun demikian, Zamzami berpendapat Rudi bisa saja merapat ke Soerya. "Itu bisa saja terjadi, kalau mengikuti garis koalisi di Pilpres, Soerya dan Rudi bisa aja dipasangkan PDIP dan NasDem sama-sama partai yang memperoleh suara dominan di Kepri," katanya. 

Tetapi, jika melihat elektabilitas mungkin Rudi akan maju menjadi Gubernur. "Tinggal mencari pasangan dari luar Batam. Bahkan Isdianto bisa jadi alternatif kalau tidak dipakai PDI Perjuangan," katanya. 

Begitu juga yang dikatakan, pengamat politik Bismar Arianto. Secara elektabilitas Rudi, memiliki peluang yang tentu besar. Karena dia Wali Kota Batam yang merupakan kota dengan pemilih terbanyak di Kepri.

"Lebih dari 50 persen pemilih Kepri ada di Batam," kata Bismar. 

Ditambah lagi, lanjut dia, Rudi mempunyai nilai jual lewat kinerjanya selama ini. Terutama perkembangan infrastruktur di Batam. "Kalau secara politik saat ini dia sebagai Sekretaris NasDem Kepri, maka dengan sejumlah indikator itu pak Rudi patut diperhitungkan dalam Pilgub Kepri," katanya. 

Menurut, Bismar jika memang Rudi dipastikan maju Pilgub ia harus mencari sosok di luar Batam yang agar dapat menambah basis suara. 

Akhir-akhir ini, Rudi santer disebut akan menggandeng Bupati Karimun Aunur Rafiq. Tetapi keduanya belum membenarkan isu tersebut. 

Keterkaitan antara koalisi partai di Kepri cukup menarik. Kedua partai terbesar yaitu NasDem dan PDI Perjuangan memiliki dilema masing-masing. 

Nasdem terpuruk karena Nurdin Basirun dijerat KPK. Sedangkan PDI Perjuangan dilema memilih Isdianto atau sang ketua partai Soerya Respationo. 

"Itu permasalahan internal PDI Perjuangan sendiri, kalau memang kedua kader itu (Soerya dan Isdianto) disandingkan tantangannya di proses penggalangan suara," kata Bismar. 

Apalagi ada beberapa nama yang akan mengacaukan jumlah suara untuk PIlgub tersebut. Seperti Ria Saptarika, Ansar Ahmad, Ismeth Abdullah dan lainnya. 

Rudi sendiri sampai saat ini tidak mau membuka suara terkait niat majunya dia di Pilgub 2019 mendatang. Ia hanya bisa mengangkat tangan saat ditanyai awak media. 

"Saya belum sampai ke situ, itu masih jauh," kata Rudi usai menerima penghargaan dari BKKBN di Tanjungpinang, Selasa (6/8/2019).

Gaya Rudi ini mengingatkan sosok Joko Widodo kala menjabat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Jokowi selalu mengelak jika ditanya langkah politiknya jelang Pilpres 2014, namun akhirnya dia maju bersama Jusuf Kalla dan menang.

(tan)